Selfie Paling Mematikan di Dunia 2015, Termasuk di Indonesia

Selfie Paling Mematikan di Dunia 2015, Termasuk di Indonesia. Fotografer Amerika, Paul Souders berselfie dengan beruang sebagai latar belakangnya. (Paul Souders/Guardian)
Jikalau pada 2012 dan 2014 merupakan tahun di mana selfie baru hits, namun baru 2015 kegiatan foto diri ini banyak dilakukan penuh uji nyali, menyerempet bahaya hingga bertaruh nyawa.

Di berbagai belahan dunia, selfie banyak yang berakhir dengan luka hingga kematian. Sebab tak sedikit orang yang melakukan foto diri berlatar ekstrem dan mengerikan, seperti di jurang atau tempat tinggi.

Banyak pula selfie tak masuk akal seperti menodongkan pistol di kepala atau berpose di belakang kereta yang melaju.

Pada bulan Juli 2015, pemerintah Rusia secara resmi mengeluarkan peraturan selfie. Mereka menyebarkan pamflet dan selebaran tentang foto selfie yang aman.

Lewat kementerian dalam negerinya, pemerintah Beruang Merah melarang orang berselfie di tempat berbahaya.

Berikut ini daftar selfie paling mematikan di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, yang dirangkum dari berbagai sumber.

Penumpang kereta api memadati stasiun kereta api Churchgate di Mumbai, India, 10 Juli 2012. Sebuah penelitian baru dari PBB memprediksi bahwa India akan melampaui China sebagai negara dengan penduduk terbanyak pada tahun 2022.
Pada bulan Januari 2015, 3 mahasiswa India tewas dilindas kereta saat mereka asik berselfie di lintasan kereta api di Agra. Sementara korban selamat menceritakan mengapa mereka bisa kehilangan nyawa.

Pada bulan Maret, 7 orang tewas di Danau Mangruk, Nagpur India setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik. Tragedi itu terjadi, karena mereka sibuk berselfie di satu sisi.

Danau yang dalam dan gelap ditambah tak bisa berenang, membuat mereka tak bisa menyelamatkan diri. Jasad ketujuh orang itu ditemukan keesokan harinya oleh tim SAR.

Foto perkiraan lokasi Eri Yunanto di Kawah Merapi (atas/Twitter @Sutopo_BNPB), foto perkiraan yang beredar di Path.
Pada Mei, Eri Yunanto ingin berselfie dengan pose yang lain dari biasanya. Mahasiswa semester 6 Universitas Atmajaya Yogyakarta itu tewas terjatuh dari tepi kawah Gunung Merapi, Jawa Tengah.

Jasadnya ditemukan 150 meter dari tebing tempat ia berselfie. Setelah 3 hari, tim SAR berhasil mengevakuasi jenazahnya. Kondisi dalam kawah memiliki temperatur ekstrem hingga ratusan derajat celcius.

Sementara itu di Bali, seorang turis Singapura tewas terjatuh dari tebing saat asik berselfie. Mohamed Aslam Shahul kehilangan keseimbangan saat foto sendiri di tebing dan jatuh ke Pantai Sandy Bay di Nusa Lembongan.

"Ia jatuh dari tebing setinggi 2 meter ke laut. Dan ternyata tak bisa berenang," kata polisi di Bali pada Mei lalu.

Jasad pemuda 21 tahun itu ditemukan di kedalaman 5 meter. 


Pada Agustus, David Gonzales Lopes tewas saat sedang asik memotret diri dengan latar belakang banteng yang berlari dalam festival 'Running Bull' di San Remin Spanyol.

Menurut saksi mata, Lopes kalah gesit dengan hewan bertanduk itu, sehingga banteng tersebut menyeruduk, menanduk dan melemparnya ke udara.

"Ia seperti boneka-bonekaan, terlempar ke udara," ujar salah satu saksi mata kepadaMirror.

Saat ia berhasil ditarik ke area aman, dan dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan kepada saudara laki-lakinya, ia tak mungkin selamat, dan kalaupun selamat, bakal cacat.

Namun, setelah dioperasi dan harus transfusi darah lebih dari 2 liter, Lopes meninggal.


Hal yang sama terjadi di AS. Saat itu tiga orang turis sedang asik selfie di Yellowstone National Park. Mereka melihat kawanan bison sedang asik memamah biak. Bukannya menjauh, ketiga wisatawan itu mendekat untuk mendapatkan foto selfie.

Bison yang merasa mendapat ancaman pun berlari menyerang ketiganya. Kendati mendapat luka parah, ketiganya selamat.

Padahal rangers --penjaga taman nasional-- sudah mewanti-wanti wisatawan untuk tidak mendekati kawanan bison, apalagi saat mereka sedang birahi dan proses reproduksi.

"Mereka hewan besar, tapi bukan berarti lambat. Rangers tidak selalu berada dekat bison dan elk -- rusa bertanduk besar," kata juru bicara Yellowstone Amy Bartlett kepada Guardian.

Di lokasi taman nasional lain, 2 orang nyaris tewas terpatuk ular. Gara-garanya, mereka nekat berselfie dengan rattlesnake atau ular derik.

Ada banyak kematian akibat selfie dengan senjata api di AS. Di masa lalu, pemerintah Negeri Paman Sam menganugerahi Darwin Award bagi mereka yang tewas akibat kebodohan.

Demi foto selfie menawan yang akan dipostingnya di Instagram, remaja 17 tahun ini meregang nyawa setelah jatuh dari bangunan 9 lantai itu.
Remaja 17 tahun dari Moscow dikenal dengan keberaniannya berpose bahaya. Andrey R, sering memposting foto-foto di ketinggian melalui akun Instagram miliknya. Ia punya banyak followers yang memuji nyalinya itu.

Namun, pada Oktober, Andrey nekat berpose di pinggir gedung bertingkat 9. Niatnya, ia ingin menggunakan tali untuk menciptakan efek seakan-akan jatuh dari atap. Sayangnya, tali tak terikat dengan baik. Ia pun jatuh.

Selama 2 jam, dokter berjuang menyelamatkan nyawanya. Andrey pun tewas.

Pada bulan Mei, seorang wanita di Moskow harus terluka saat sedang selfie memegang pistol. Bulan Januari, dua pria dari pegunungan Ural meninggal setelah selfie dengan granat tangan. Mungkin mereka bisa selamat jika tidak melepas kuncinya.

Telepon genggam mereka 'selamat' dan foto mereka tersimpan dalam kamera.

Pada bulan Mei, remaja di kota Ryazan tewas setelah memanjat jembatan kereta dan tidak sengaja memegang kawat listrik.