Idul Adha di Arab Saudi Jatuh pada 21 Agustus

Pedagang ternak membawa sapi untuk dijual menjelang Idul Adha di pasar Ashmun, Mesir, Rabu (15/8). Dalam Perayaan Idul Adha, umat islam di seluruh dunia akan menyembelih hewan ternak seperti kambing, domba, onta, sapi dan kerbau. (AFP/Mohamed el-Shahed)
Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada Selasa, 21 Agustus 2018. Penetapan tersebut merupakan hasil pengamatan Tim Rukyatul Hilal di beberapa tempat, seperti di As-Sudair dan As-Syaqra'. Mereka menyatakan berhasil melihat bulan atau rukyatul hilal.

Mahkamah Ulya Arab Saudi pun sudah mengumumkan bahwa Minggu, 12 Agustus 2018 adalah 1 Zulhijah 1439 H. Dengan penetapan ini, maka di Saudi, Hari Arafah 9 Dzulhijjah akan bertepatan pada Senin, 20 Agustus 2018.

Sementara, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama berdasar hasil sidang isbat, menetapkan 1 Zulhijah 1439 H jatuh pada Senin, 13 Agustus 2018. Sehingga, hari raya Idul Adha dilaksanakan pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk bijak menyikapi perbedaan tersebut. Lukman menegaskan, perbedaan tanggal seperti itu bukan merupakan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.

Karena menurutnya, penetapan waktu ibadah di Indonesia bersifat lokal, bukan global, mengikuti wilayatul hukmi mencakup MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura).

"Untuk ibadah, terutama salat dan puasa, kita merujuk pada waktu lokal, sehingga perbedaan waktu, jam, termasuk hari, kita mengikuti wilayah di mana kita berada," ujar Lukman.

Pernyataan Lukman ini sekaligus memberikan kepastian kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang menjalankan rangkaian ibadah di bulan Zulhijah ini, termasuk dalam merayakan Idul Adha.