Orang Terkaya RI Tanding di Laga Bridge Asian Games Hari Ini

Atlet bridge Indonesia, Bambang Hartono, memberikan keterangan pers di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Orang terkaya Indonesia itu optimis mampu sumbang medali emas Asian Games. (Vitalis Yogi Trisna)
Orang terkaya RI sekaligus atlet tertua di cabang olahraga (cabor) Bridge Asian Games 2018, Michael Bambang Hartono dipastikan akan berlaga pada Sabtu (25/8/2018) pukul 14.00 WIB.

Tim Indonesia akan berhadapan dengan Hongkong dan juga China. "Bambang Hartono akan main pukul 14.00 siang ini. Indonesia akan lawan Hongkong dan juga China," tutur Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Indonesia (PB GABSI) Ekawahyu kepada Liputan6.com, Sabtu.

Eka menambahkan, untuk ronde kedelapan bridge pada kategori supermixed team, Indonesia menempati posisi teratas dengan skor atau victory point (VP) sebesar 106.39. 

"Indonesia juga sementara nomor satu di kategori mixed team dengan VP 163,42. Sementara di kategori Men Team Indonesia menempati posisi ke-4," ujar dia.

Seperti diketahui, Bambang Hartono pada cabor bridge ini akan berpasangan dengan Polli Bert Toar (64). Bambang akan berlaga di kategori bridge supermixed team.

Lebih lanjut Polli menekankan, ia sangat berharap Indonesia dapat menang di ketiga ketegori tersebut. Polli ingin Indonesia dapat lolos ke babak semifinal yang ditentukan pada hari ini.

"Mari kita dukung 3 timnas bridge yang akan bertarung 2 sesi hari ini. Ini menentukan untuk lolos ke Semi Final. Dengan lolos ke Semi Final, berarti minimal telah meraih medali perunggu," kata dia.

Polli menambahkan, tugas selanjutnya adalah mengubah medali perunggu tersebut agar menjadi medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018.

"Tugas berikutnya mengubah perunggu menjadi emas atau perak. Lolos ke final berarti minimal medali perak. Mengubah perak menjadi emas menjadi tugas terakhir. Inilah tahapan untuk meraih medali emas di cabang olahraga bridge Asian Games 2018," ujar dia.

Sebelumnya, orang terkaya nomor satu di Indonesia versi majalah Forbes, Bambang Hartono yang juga sebagai Founder Djarum, akan berlaga di Asian Games 2018 untuk cabang olahraga Brigde.

Di usia 78 tahun, Bambang menjadi atlet paling tua yang memperkuat tim nasional Indonesia. Bambang ternyata pemain Bridge yang dikenal di dunia. Berbagai kejuaraan dunia pernah dia ikuti dan menjadi juara.

Pada 2008 dan 2009, Bambang memperoleh masing-masing perunggu untuk Kejuaraan Dunia Senior.

Di Asia, pada 2009 dan 2011 di ajang Zona Asia Senior, Bambang memperoleh emas. Dan di ajang yang sama tahun 2017, orang terkaya di Indonesia ini menyabet medali perak.

Untuk mempersiapkan Asian Games ini, di tengah kesibukannya sebagai pebisnis, Bambang selalu menyempatkan waktu 2-3 jam untuk berlatih Bridge setiap akhir pekan.

"Kalau saya sedang latihan, tidak boleh ada yang ganggu," ujar dia di kantornya, Sabtu 11 Agustus 2018.

Dia berharap cabang olahraga Bridge ini semakin populer di Indonesia dan dunia. Untuk itu di usianya yang tak kunjung muda lagi, dia siap mengawal hal itu.

Berlaga di kategori Super Mix

Di ajang Asian Games nanti, Bambang akan bermain di kategori Super Mix. Targetnyapun cukup tinggi, emas. Dalam Asian Games 2018 setidaknya ada 6 kategori yang akan dipertandingkan.

Bambang mengaku, sudah menjadi kewajibannya mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga terbesar di Asia ini. Karena, dia menjadi salah satu tokoh yang mempopulerkan cabang olahraga Bridge di Indonesia.

"Sumbangsih Djarum ke negara itu ada dua, Bukutangkis dan Bridge. Jadi ini sudah menjadi keharusan saya membela negara saya," katanya.

Keluarga Hartono yang merupakan dua saudara Budi dan Michael Bambang Hartono merupakan keluarga terkaya dan jadi nomor satu di Indonesia. Total kekayaan dua bersaudara tersebut mencapai USD 32,3 miliar berdasarkan versi Forbes. Kekayaan Bambang Hartono sekitar USD 16,7 miliar.

Di Asian Games, Bambang juga menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan Bridge menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Dan dikatakannya, upaya itu ternyata tidaklah mudah.

Dalam pengusulannya ke Komite Olimpiade Asia (OCA), awalnya Bridge dipandang bukan sebagai olahraga, namun dipandang sebagai judi. Dengan berbagai data dan kejuaraan yang sudah diadakan di dunia, Bambang mencoba terus meyakinkan OCA. Dan pada akhirnya cabang olahraga ini bisa dipertandingkan di Asian Games.

"Usaha saya sudah sejak 2-3 tahun lalu agar bridge bisa dipertandingkan di Asian Games, dan akhirnya berhasil. Saya punya mimpi berikutnya Bridge dipertandingan di Olimpiade. Ini sedang diperjuangkan meski berat," terangnya.

Di Asian Games, Bambang juga menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan Bridge menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ia menuturkan, upaya itu ternyata tidaklah mudah.

Dalam pengusulannya ke Komite Olimpiade Asia (OCA), awalnya Bridge dipandang bukan sebagai olahraga, namun dipandang sebagai judi. Dengan berbagai data dan kejuaraan yang sudah diadakan di dunia, Bambang mencoba terus meyakinkan OCA. Dan pada akhirnya cabang olahraga ini bisa dipertandingkan di Asian Games.

"Usaha saya sudah sejak 2-3 tahun lalu agar bridge bisa dipertandingkan di Asian Games, dan akhirnya berhasil. Saya punya mimpi berikutnya Bridge dipertandingan di Olimpiade. Ini sedang diperjuangkan meski berat," terangnya.