Isu Migrasi, Perlindungan WNI-TKI di Luar Negeri Mewarnai Sela Sidang Umum PBB

Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat (AP)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengangkat isu perlindungan WNI dan TKI di luar negeri dalam pertemuan tingkat tinggi soal migrasi reguler di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 26 September 2018.

Langkah itu, kata Retno, mencerminkan komitmen dan keseriusan Indonesia dalam tataran diplomatik terhadap pelaksanaan kebijakan perlindungan WNI dan TKI di luar negeri.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dilakukan dalam koridor "High-level Side Event on The Intergovernmental Conference to Adopt the Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration" --di mana Indonesia merupakan salah satu negara ko-sponsor. Perhelatan itu dilakukan di bawah payung kesepakatan PBB soal migrasi internasional, Global Compact for Migration.

"Isu soal migrasi reguler telah kita angkat dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, selaras dengan sikap politik luar negeri kita yang memprioritaskan perlindungan terhadap WNI," kara Retno dalam pernyataan yang diterima (27/9/2018).

Dalam pertemuan itu, Retno menjelaskan bahwa Indonesia mengusulkan pentingnya kepercayaan yang terus dibangun antara negara asal, negara transit dan negara tujuan dari migrasi reguler.

"Indonesia juga mendesak adanya perjanjian bilateral antara Indonesia dan negara yang menjadi tujuan pekerja migran kita, guna menguatkan prinsip perlindungan tenaga kerja," ujarnya,

Ditambahkan oleh Retno, Indonesia juga tengah mengupayakan agar komunitas internasional memperkuat peraturan di tataran regional dan antar-regional demi menciptakan mekanisme yang memberikan keselamatan bagi pekerja migran melalui program-program pengembangan kapasitas.