Napi LP Kerobokan Jualan Ekstasi, Begini Modus Operasinya

Tembok LP Kerobokan (david)
Seorang narapidana Lapas Kerobokan, Bali ditangkap usai bertransaksi narkoba. Napi bernama Samsul Arifin (32) nekat bertransaksi di kawasan Lapas Kerobokan.

Penangkapan itu dilakukan pada Jumat (14/9) lalu. Penangkapan Samsul, merupakan pengembangan dari penangkapan Moch Rizal (27).

"Tersangka SA diamankan karena yang bersangkutan yang memasukkan ekstasi ke dalam mobil MR di depan LP Kerobokan," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja kepada wartawan, Senin (17/9/2018). 

Penangkapan itu bermula ketika mobil yang dikemudikan Rizal parkir di Jl Tangkuban Prahu atau di depan LP Kerobokan. Tak berapa lama, sebuah benda dilempar dari dalam area lapas. 

Setelah menerima barang tersebut, mobil itu kemudian melaju dan berhenti di Jl Pidada VI Ubung Kaja, Denpasar untuk kembali mengambil paket. 

"Setelah digeledah di dalam paket berisi 1 paket ganja, dan dalam mobil ditemukan 200 butir ekstasi, pil ekstasi diakui milik orang bernama K dalam LP Kerobokan dan ganja milik orang bernama B Malang," terang Hengky. 

Polisi kemudian melakukan pengembangan di kost tersangka yakni di Jl Kubu Asri, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Dari lokasi itu petugas juga menemukan sejumlah narkotika dari tersangka K.

"Lanjut pengembangan di TKP 2 (kost tersangka), Jl Kubu Asri Desa Pemecutan Kelod, Denbar, dengan disaksikan 2 saksi masyarakat didapat beberapa paket sabu juga milik K yang tersangka MR terima di Jl Raya Gilimanuk dari orang suruhan K asal Probolinggo," jelasnya.

Dari pengakuan tersangka, barang bukti narkotika itu sebagian digunakan untuk konsumsi pribadi. 

"BB sebagian kecil untuk dikonsumsi dan yang lainnya ditempel kembali sesuai intruksi K dengan imbalan sekali tempel Rp 50 ribu," terangnya. 

Dari penangkapan kedua tersangka disita pil ekstasi seberat 103,10 gram, 1 paket ganja seberat 87,42 gram, dan sabu seberat 514,22 gram. Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Ditnarkoba Polda Bali. 

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Mako Direktorat Narkoba Polda Bali untuk dilakukan proses sidik lebih lanjut," jelas Hengky.