Singapura: Kami Siap Bantu Indonesia untuk Menangani Gempa Palu dan Donggala

Ilustrasi bendera Singapura - Portrait (Wikimedia Commons)
Kepala negara Singapura menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Indonesia, khususnya bagi para keluarga yang terkena dampak gempa Palu pada Jumat 28 September.

"Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018," kata Presiden Halimah Yacob dalam suratnya kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Sabtu 29 September.

"Doa kami selalu bersama rakyat Indonesia selama periode sulit ini," lanjut Presiden Yacob, sebagaimana isi siaran pers yang diterima pada Minggu (30/9/2018).

Tidak ketinggalan, kepala pemerintahan Negeri Singa, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, juga menyampaikan belasungkawa langsung ke Presiden Jokowi terkait gempa Palu.

Dalam suratnya, PM Lee mengatakan dia "sangat sedih mendengar bahwa gempa bumi dan tsunami telah melanda Donggala dan Palu di Sulawesi Tengah".

"Singapura siap memberikan bantuan untuk mendukung upaya evakuasi dan rekonstruksi yang sedang berlangsung di Indonesia," kata PM Lee.

"Saya yakin bahwa Indonesia akan segera pulih dan tetap kuat melewati tragedi yang malang ini," lanjutnya yakin.

Kedutaan Besar Singapura di Jakarta juga menjalin kerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk mengevakuasi warga Singapura yang berada di Palu, ibukota provinsi itu, demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri terkait (MFA).

Kemlu Singapura mengatakan pihaknya terus memantau situasi gempa Palu dengan seksama.

"Karena mungkin akan ada gempa susulan, warga Singapura di Sulawesi Tengah dan daerah sekitarnya harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, memantau berita lokal untuk pembaruan, dan memperhatikan saran dari pemerintah setempat," kata pernyataan terkait.

"Warga Singapura juga harus tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman Anda sehingga mereka tahu Anda aman," imbau Kemlu Singapura.