Uang Rp 87 Juta di Rekening BRI Ponorogo Lenyap, Ini Kronologinya

Anak korban Alfian Bayu Wicaksono/File
Didin Irianawati (50) nasabah Bank BRI Ponorogo mengaku kehilangan uang di rekening tabungannya. Uang berjumlah Rp 87.654.321,- hilang sejak Desember 2017 lalu.

Warga Jalan Sulawesi, Kecamatan Kota ini kaget dengan raibnya uang di rekening tabungannya secara mendadak. Begini kronologinya:

Waktu itu kami sekeluarga sedang makan ada telepon masuk ke nomor ibu saya terus bilang kalau dari call center BRI. Pihaknya pun tau nama lengkap ibu saya dan alamat kami karena saya curiga penelpon ini minta nomor token akhirnya saya tutup teleponnya,

" terang anak korban, Alfian Bayu Wicaksono (25) , Senin (24/9/2018).

Alfian menjelaskan sekitar pukul 11.53 WIB, ibunya mendapat sebuah telepon yang mengaku dari call center BRI. Saat berbincang, pihak penelepon meminta nomer token.

"Karena posisinya kami sekeluarga berkumpul dan makan bersama jadi saya tahu persis ibu maupun saya tidak memberikan info token," jelasnya.

Jam 11.52 informasi yang ia dapat dari salah satu temannya yang bekerja di bank, rekening ibunya menransfer uang ke rekening orang lain atas nama Hendra Mulyana sebesar Rp 87.654.321,-

Jam 15.00 WIB, ada telepon masuk lagi yang mengatasnamakan call center BRI mengatakan jika transaksi sebelumnya belum selesai.

"Mungkin pelaku tahu jika masih ada saldo di rekening ibu saya," terangnya.

Karena curiga, Alfian pun lantas mengambil alih telepon genggam ibunya dan dimatikan. "Lalu saya cari ATM terdekat, posisi saya waktu liburan natal bersama keluarga akhirnya saya nyari ATM itu ke tengah kota, saat dicek ATM ibu saya terblokir," terang dia.

Hal ini pun membuat panik keluarganya, selang 2 hari kemudian ia baru bisa melaporkan kejadian ini ke polisi.

Saking penasarannya, Alfian pun memberanikan diri meminta tolong temannya untuk mencari keberadaan si pelaku yang mendapat transferan dana.

"Saya dapat transkrip transaksi rekening ibu saya sekitar pukul 11.52 WIB uang dibobol, jam 11.53 WIB ibu saya ditelepon. Berarti kan ini sudah bisa dibobol meski korban tidak memberikan informasi apapun," tukasnya.

Hingga kini pihaknya masih terus berupaya agar uang tersebut bisa kembali. "Semoga pelakunya cepat tertangkap. Kami sudah mengantongi nama orang yang menerima dana tersebut," pungkasnya.