Kasus Ratna Sarumpaet, Polisi Akan Periksa Prabowo?

Ratna Sarumpaet saat konferensi pers terkait kasus penganiayaan yang dialaminya, Jakarta, Rabu (3/10). Ratna mengakui tidak ada penganiayaan yang diterimanya seperti kabar yang berkembang beberapa waktu terakhir. (Immanuel Antonius)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penyidik meminta keterangan pihak-pihak terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Salah satu yang dipanggil hari ini adalah politikus senior PAN Amien Rais yang pernah menyuarakan hoaks Ratna Sarumpaet.

Tak hanya Amien Rais yang bersuara mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet yang ternyata bohong. Sejumlah tokoh seperti Prabowo Subianto hingga Fadli Zon juga turut bersuara.

Dengan dipanggilnya Amin, tidak menutup kemungkinan penyidik akan meminta keterangan pihak lain seperti Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden Prabowo Subianto.

"Tentunya juga mengikuti penyidik dong. Penyidik yang menggagendakan, penyidik yang tahu, penyidik yang gelar perkara. Jadi kita tunggu saja," kata dia.

Artinya menunggu penyidik untuk memeriksa Prabowo terkait hoaks Ratna Sarumpaet? "Iya dong," kata Argo.

Prabowo Minta Maaf
Capres Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kebohongan Ratna Sarumpaet soal pengeroyokan di Bandung. Dia minta maaf karena telah menyampaikan informasi kebohongan yang dilakukan Ratna.

"Saya di sini atas nama pribadi dan sebagai pimpinan tim kami, saya minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya," kata Prabowo di Kertanegara, Jaksel, Rabu 3 Oktober 2018.

Dia juga mengungkapkan alasannya ikut menyuarakan kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Prabowo mengatakan, dirinya sangat menghormati Ratna yang dikenal sebagai aktivis.

"Saya jelaskan di sini kenapa waktu itu saya sangat terusik, adapun Ratna Sarumpaet adalah pribadi yang saya hormati, saya kenal cukup lama dan beliau selama ini figur terkenal selalu membela orang susah, tertindas, dan miskin," katanya.

Ratna Sarumpaet telah mengirim surat permohonan maaf kepada Prabowo dan timnya, setelah sebelumnya mengaku dianiaya.

"Ibu Ratna Sarumpaet mengaku kepada kami dianiaya. Dan kami lihat sendiri dan waktu itu sudah beredar foto seperti itu dan akibat itu, kami merasa sangat terusik, sangat khawatir. Dan karena itu kami menyampaikan jumpa pers," jelas Prabowo.

Dia pun kaget Ratna melakukan kebohongan. Ratna pun telah menelepon tim Prabowo-Sandiaga untuk menyampaikan permintaan maaf.