Rusia Kembali Ancam Serang Basis Rudal AS di Eropa

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Jika Amerika Serikat (AS) menyebarkan sistem rudalnya di Eropa setelah mengakhiri Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF), Rusia harus mengarahkan misilnya ke sistem rudal tersebut. Ancaman itu dilontarkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. 

Dalam sebuah wawancara dengan televisi milik pemerintah Rusia, Channel One, Peskov diminta untuk mengomentari kata-kata Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kemungkinan perang nuklir menyusul penarikan AS dari perjanjian tersebut.

Pada konferensi pers tahunan pada hari Kamis, Putin memperingatkan agar tidak menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir. Putin mengatakan itu akan memicu bencana global.

Baca: Putin Peringatkan Bahaya Perang Nuklir Bisa Musnahkan Dunia

"Presiden mengartikan apa yang telah berulang kali dia jelaskan. Penempatan rudal-rudal ini di Eropa dan tujuan mereka atau tujuan potensial ke Rusia akan membuat Rusia menargetkan persenjataan rudalnya di peluncur rudal ini untuk menciptakan paritas," jelas Peskov.

"Situasi akan berputar lebih jauh untuk mengulangi skenario yang telah kita miliki di masa lalu," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (22/12/2018). 

Perjanjian INF ditandatangani pada 1987 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat untuk menghapuskan rudal jarak menengah dan jarak pendek.

Kesepakatan itu menandai pakta pertama yang dicapai oleh Washington dan Moskow tentang perlucutan senjata nuklir dan langkah besar ke depan dalam membatasi perlombaan senjata.

Moskow dan Washington menuduh satu sama lain melanggar perjanjian dalam beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.Ini bukanlah ancaman pertama yang dilontarkan oleh Rusia. Ancaman serupa juga pernah dilontarkan sebelumnya pada awal bulan ini.