Blokir Nama Leica, Kerjasama dengan Huawei Terancam?


Iklan terbaru Leica dilaporkan mendapat protes keras di Tiongkok. Alasannya, iklan tersebut menampilkan tragedi lapangan Tiananmen atau Tiananmen Square yang terjadi pada 1989.

Dikutip dari Telegraph, Sabtu (20/4/2019), iklan terbaru Leica itu sebenarnya menceritakan tentang kisah fotografer yang bertugas di Beijing, Tiongkok pada 1989.

Dalam iklan berjudul The Hunt itu digambarkan sang fotografer sempat bersitegang dengan kepolisian setempat saat ingin mendokumentasikan aksi protes mahasiswa di Tiananmen.

Kendati demikian, sang fotografer akhirnya berhasil mengabadikan aksi demonstrasi tersebut. Sebagai penutup, ditampilkan foto ikonik Tank Man dari pantulan lensa kamera fotografer tersebut.

Tank Man sendiri menjadi foto ikonik karena memperlihatkan seorang pria sendirian menghentikan konvoi tanks yang ingin melintas.

"Film ini didedikasikan untuk orang-orang yang meminjamkan mata mereka agar kita dapat melihat," tulis iklan tersebut untuk mengenang sejumlah jurnalis foto yang bekerja di lingkungan berbahaya.

Akan tetapi, pemerintah Tiongkok sangat anti terhadap pengisahan ulang tragedi Tiananmen Square dan memberlakukan blokir terhadap segala pembahasan mengenai peristiwa itu.

Oleh karenanya, kata-kata Leica baik dalam bahasa inggris dan mandarin kini disensor oleh pemerintah setempat. Unggahan yang menyertakan kata-kata Leica juga tidak dapat ditampilkan di Weibo.

Warganet Tiongkok juga dilaporkan sudah membanjiri akun resmi Leica dengan menyebut rilisnya video tersebut sebagai langkah bodoh. Terlebih, Leica saat ini tengah bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, Huawei.

Kendati demikian, belum dapat dipastikan seperti apa nantinya hubungan kerjasama antara Leica dengan Huawei. Mengingat sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari perusahaan mengenai kolaborasi keduanya.

Leica Minta Maaf

 

Terlepas dari hal itu, Leica sendiri menyebut bahwa video itu dibuat oleh pihak ketiga, yakni agensi asal Brasil, F/Nazca Saatchi & Saatchi.

Usai kontroversi ini, video asli The Hunt pun sudah diturunkan dari YouTube, meski masih ada orang yang mengunggahnya kembali (reupload).

Dari laporan South China Morning Post, Leica juga menyesali adanya kesalahpahaman atau kesimpulan yang salah usai menonton video tersebut.

Leica sendiri bukan perusahaan pertama yang mendapat protes keras dari Tiongkok terkait iklan, sebelumnya ada Mercedes Benz dan Dolce & Gabbana.