Dokter 'Iblis', Tega Racuni 50 Pasien Lebih untuk Dapat Pujian


Seorang dokter di Prancis telah ditahan atas dugaan meracuni lebih dari 50 pasien dan masuk di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan mereka. Itu dilakukan untuk membuat rekan-rekannya terkesan. Jaksa menyamakan aksi sang dokter dengan petugas pemadam kebakaran yang menderita pyromania.

Ahli anestesi Frederic Pechier ditahan terkait 42 kasus efek samping serius, termasuk 20 kematian yang terjadi selama 17 tahun ia bekerja di klinik dan rumah sakit di Besancon, Prancis timur.

Jaksa mengatakan Pechier sengaja mencampur kantong anestesi yang digunakan oleh rekan-rekannya untuk kemudian masuk pada menit-menit terakhir dan menyelamatkan para pasien. Aksinya itu dilakukan untuk mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekan dokter dan kagum dari korban. Rencana jahat itu tampaknya berhasil, teman-temannya dilaporkan menganggapnya sebagai ahli anestesi brilian.

"Jika kasus keracunan ini terbukti, dia akan menjadi salah satu pembunuh berantai terbesar dalam sejarah Prancis," kata Me Berna, pengacara untuk beberapa korban seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (16/5/2019).

Pechier sudah berada di bawah “pengawasan yudisial,” setelah dituntut pada Mei 2017 karena meracuni tujuh pasien lain, dua di antaranya meninggal, antara 2008 dan 2017. Semua korban dinyatakan sehat sebelum mereka secara misterius menderita serangan jantung, dan para penyelidik kemudian menemukan potasium dengan dosis mematikan dalam darah mereka.

Ruang lingkup penyelidikan kemudian diperluas setelah mayat empat pasien yang meninggal dalam keadaan mencurigakan digali pada bulan Desember untuk diuji jejak kalium. Para korban meninggal selama operasi di sebuah klinik di mana Pechier bekerja.


Terlepas dari kasus yang membelitnya, ia diizinkan untuk melanjutkan praktik kedokteran selama ia tinggal di luar ruang operasi, ia dilarang bekerja sambil menunggu persidangan.

Pechier sendiri mengaku tidak bersalah, dan pengacaranya mengeluh bahwa larangan hakim untuk praktek telah menempatkannya dalam situasi keuangan yang “rumit”.