Fakta Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang ASI (2)




Menyusui terutama bagi ibu yang baru kali pertama memiliki momongan merupakan pengalaman berharga yang amat menakjubkan.

Ada banyak manfaat yang dirasakan baik oleh ibu maupun bayi selama menjalani masa-masa ini.

Namun, ada beberapa hal yang mungkin belum semua ibu ketahui fakta apa saja yang bakal dialaminya selama menyusui sang buah hati.

Berikut adalah lanjutan beberapa fakta mengejutkan mengenai air susu ibu (ASI), dari artikel sebelumnya:

7. Produksi ASI bisa berlebihan

Beberapa perempuan bisa memproduksi ASI secara berlebihan, bahkan bisa menyebabkan bayi tersedak karena produksi ASI yang deras. Bila Anda mengalami hal ini konsultasikan ke dokter tentang teknik yang dapat membantu memperlambat aliran.

8. Moody
Oksitosin, hormon yang mengkontraksi otot-otot di saluran susu membuat Anda merasa tenang dan santai bahkan mengantuk. Namun beberapa ibu menyusui dengan produksi ASI yang berlebih justru mengalami mual, lemah, berkeringat dan cemas.

9. Tidak perlu ekstra kalsium
Minum susu tidak akan membantu Anda memproduksi ASI, tapi menyusui dapat menyebabkan kepadatan tulang menurun. Tetapi, saat Anda berhenti menyusui, kepadatan tulang Anda akan terbentuk kembali. The National Academy of Sciences merekomendasikan ibu menyusui mendapatkan 1.000 miligram kalsium setiap hari dari susu, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Selain itu, latihan angkat beban juga dapat mencegah osteoporosis.

10. Saat orgasme, payudara bisa bocor
Hormon oksitosin akan dilepaskan saat Anda orgasme. Hal ini bisa menyebabkan kebocoran sehingga tetap disarankan memakai bra, lengkap dengan bantalan payudara saat Anda berhubungan seks.

11. Makan lebih banyak, berat badan tetap turun
Ibu menyusui membutuhkan 300 dan 500 kalori ekstra per hari. Namun tidak perlu khawatir, karena porsi makan yang lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan kalori Anda. Bahkan, banyak studi yang menyebut bahwa menyusui membantu bobot ibu turun lebih cepat.

12. Periode menstruasi mungkin berhenti
Jika Anda menyusui secara eksklusif bahkan masih tetap memompa ASI, kemungkinan Anda tidak akan mengalami menstruasi. Beberapa perempuan akan kembali pada siklus menstruasi enam minggu setelah melahirkan, saat mulai menyapih atau berhenti menyusui sama sekali.