Samsung Galaxy S11 Kemungkinan Dipersenjatai Kamera 64 MP


Samsung Electronics mengumumkan dua sensor gambar baru yang bertujuan untuk memberikan peningkatan kinerja cahaya rendah ke smartphone Android sebagai bagian dari line-up ISOCELL Bright.

Raksasa teknologi Korea Selatan itu memberi merek dua modul barunya sebagai ISOCELL Bright GW1 dan Bright GM2. Salah satu perbedaan utama antara kedua sensor adalah resolusi.

GW1 menawarkan resolusi 64 MP dan GM2 memberikan resolusi 48 MP. Samsung selanjutnya mengklaim ISOCELL Bright GW1 memberikan resolusi tertinggi di antara semua sensor yang dirancang untuk perangkat seluler dalam sejarah industri.


Menariknya, kedua sensor ini memiliki ukuran piksel 0,8 mikrometer. Angka yang relatif kecil dibandingkan sebagian besar modul pencitraan kontemporer.

Laman Android Headlines menyebutkan, untuk meningkatkan kinerja cahaya rendah dari sensor ini, Samsung menggunakan teknologi Tetracell. Yakni menggabungkan empat piksel yang berdekatan untuk membentuk satu elemen gambar yang lebih besar.

Fitur ini mengurangi resolusi modul pencitraan hingga seperempat dari resolusi asli sensor. Lalu kinerja cahaya rendah perangkat akan meningkat secara signifikan.

Namun, dalam kondisi cahaya yang baik, sensor mungkin memilih untuk tidak mengimplementasikan teknologi Tetracell dan sebaliknya menggunakan algoritma "remosaic" yang memungkinkan modul pencitraan menangkap gambar pada resolusi penuh.

Fitur lain yang hadir di kedua sensor pencitraan adalah Dual Conversion Gain dan fungsi Super PD. Teknologi sebelumnya membantu sensor mengoptimalkan cara memanfaatkan cahaya yang mengenai kamera. Sementara fitur yang terakhir menghasilkan autofokus nan jauh lebih cepat dibandingkan solusi yang bersaing.

Selain itu, kedua sensor memiliki fitur teknologi ISOCELL Plus yang meningkatkan teknologi ISOCELL generasi sebelumnya dengan memanfaatkan bahan baru untuk memisahkan piksel. Teknologi ini bertujuan meningkatkan kualitas gambar yang ditangkap oleh perangkat dengan mengurangi jumlah cahaya ke sensor yang berdekatan.

Namun ada fitur lain yang hadir secara eksklusif dengan ISOCELL Bright GW1, yakni dukungan untuk HDR real-time. Dengan fungsi ini, Samsung mengklaim sensornya dapat menangkap rona lebih dekat dengan apa yang mata manusia dapat rasakan dibandingkan modul pencitraan konvensional lainnya.

Selain itu, sensor dapat merekam video gerak lambat pada kecepatan bingkai 480fps pada resolusi Full HD. ISOCELL Bright hanyalah salah satu dari empat merek modul pencitraan yang Samsung luncurkan kembali pada 2017.

Di antara jajaran lain yang diluncurkan oleh raksasa teknologi Korea Selatan sekitar dua tahun lalu, termasuk ISOCELL Fast, ISOCELL Slim, dan ISOCELL Dual. Sensor cepat ISOCELL menawarkan autofokus yang lebih cepat dibandingkan dengan pesaingnya. Sedangkan jajaran ISOCELL Slim memiliki modul pencitraan yang dapat masuk ke dalam bangunan smartphone yang tipis. 


Di sisi lain, sensor Dual ISOCELL ditargetkan untuk smartphone yang memiliki banyak pengaturan kamera. Namun, selain dari smartphone, Samsung Electronics juga mengembangkan sensor ISOCELL untuk kendaraan.

Raksasa teknologi Korea Selatan ini mencatat bahwa ISOCELL Auto menawarkan fitur teknologi pixel yang meningkatkan sensitivitas cahaya. Lalu dukungan untuk rentang dinamis yang luas memudahkan kendaraan mendeteksi jalan dan kendaraan lain di sekitarnya.

Samsung Electronics mencatat mereka sekarang telah mengambil sampel sensor pencitraan baru untuk pembuat handset yang tertarik. Walaupun produksi massal sebenarnya dari modul baru akan dimulai pada paruh kedua tahun ini.

Melihat teknologi baru ini, kemungkinan keluarga Galaxy S11 bakal menggunakan salah satu sensornya. Lebih tepatnya ISOCELL Bright GW1 agar