Buah Ciplukan (Manfaat, Ciri dan Kandungan)


Gaes, tahu gak sih apa itu buah ciplukan? Ketika kalian masih kecil mungkin pernah bermain di ladang atau sawah, dan menjumpai buat yang satu ini. Kebanyakan anak di desa beranggapan bahwa buah ini adalah makanannya hewan sawah seperti tikus, ular maupun yang lainnya. Tapi jangan salah gaes ternyata buah ini ada manfaatnya lho. Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Ciplukan atau ceplukan (Physalis angulata) adalah nama sejenis buah berukuran kecil yang ketika telah masak tertutup atau dibungkus oleh perbesaran kelopak bunga.

Buah ini juga di berbagai daerah memiliki nama yang berbeda-beda seperti keceplokan, ciplukan (jawa); nyornyoran, yoryoran (Madura); cecendet, cecendetan, cecenatan (Sunda); kopok-kopokan (Bali); Leletep (Sumatera Timur); leletokan (Minahasa); kenampok (Sasak); lapunonat (tanimbar, seram); dan nama-nama lainnya, seperti daun kopo-kopi, daun Ioto-loto, padang rase, dagameme, angket, dededes, dan daun boba.

Ciplukan merupakan tumbuhan semak semusim, tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek, pinggir selokan, serta pinggir kebun dan sawah. Tanaman ini berumur setahun, tumbuh tegak, dengan tinggi bisa sampai dengan 1 meter-an. Batangnya berusuk (angulata), bersegi tajam, dan berongga. Daunnya berbentuk bundar telur dan memanjang berujung runcing dengan tepi yang rata. Bunganya biasanya berwarna keunguan.

Kelopaknya berbagi Iima dengan taju yang bersudut tiga dan meruncing, berwarna hijau dengan rusuk keunguan. Mahkotanya mirip lonceng, berlekuk lima dangkal, berwarna kuning muda dengan noda kuning tua, dan kecoklatan di leher bagian dalam.

Buah dalam bungkus kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing, berwarna hijau muda kekuningan dengan rusuk keunguan, Buah ini jika masak berwarna kekuningan.Ciplukan biasanya tumbuh liar dan bisa ditemukan di kebun, tegalan, sawah, tepi jalan, tepi hutan, dan bagian-bagian tanah yang terkena sinar matahari.

Buah ciplukan tanaman

 
Rasa buah ciplukan yang cukup manis menjadikannya sebagai panganan yang cukup digemari anak-anak. Di Prancis Selatan, buah ciplukan ini diolah menjadi manisan yang enak rasanya. Ciplukan dapat tumbuh dan berbuah di dataran rendah sampai dataran tinggi. Akan tetapi, ciplukan paling banyak ditemui di dataran rendah atau tepat di bawah ketinggian 700 meter dpl.

Tanaman ini umumnya diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan stek batang atau cabang, dengan memotong pucuk tanaman yang telah berumur 4 minggu yang berasal dari biji tanaman yang telah tua. Pucuk tanaman tersebut dapat langsung ditanam dalam pot yang berisi campuran media tanah, pasir, kompos, dan pupuk kandang. Buah ini mengandung asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C, dan gula, sedangkan bijinya mengandung asam elaidik.

Manfaat Buah ciplukan

 
Buah ini dapat digunakan dalam pengobatan tradisional dari seluruh bagian tumbuhan, mulai dari daun sampai akar dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional dengan mengeringkannya terlebih dahulu. Tanaman ciplukan dapat menyembuhkan kencing manis dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah.

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut : tanaman ciplukan yang berukuran sedang, dicabut hingga akarnya kemudian dicuci bersih, setelah bersih lalu bagian tanaman direbus dalam 2 liter air sampai mendidih dan biarkan di atas api hingga 2-3 jam. Setelah itu, didinginkan dan tempat merebus dibiarkan tdi tempat tertutup lebih kurang 6 jam. Baru kemudian dapat diminum sebagai obat.

Air rebusan ini dapat diminum sehari 2 kali masing-masing sebanyak 1 gelas. Untuk setiap tanaman dapat digunakan sebanyak 2-3 kali. Caranya dengan menambahkan air kemudian direbus kembali. Itulah sekilas informasi tentang ciplukan semoga bermanfaat.