Kelab Malam Halal Pertama Batal Dibuka di Arab Saudi


Publik Arab Saudi dikejutkan oleh rencana dibukanya kelab malam pertama di negara itu. Tepatnya, kelab malam berlabel halal itu akan dibuka di pinggir pantai kota Jeddah pada Kamis malam (13/6). Pemerintah Saudi gerak cepat, menutup tempat tersebut sebelum sempat diresmikan.

Dikutip dari media Step Feed, kelab malam di Jeddah akan menjadi cabang dari WHITE, tempat hiburan malam yang berpusat di Dubai. Promosi kelab malam ini telah digembar-gemborkan di akun Facebook WHITE Saudi Arabia.

Tidak tanggung-tanggung, untuk artis pembuka kelab ini, WHITE mendatangkan penyanyi tenar asal Amerika Serikat Shaffer Chimere Smith atau Ne-Yo.

Menurut Serge Trad, manajer komunikasi Addmind Hospitality Group, perusahaan pemilik WHITE, kelab malam di Jeddah akan dibuka musiman sebagai bagian dari festival Jeddah Season. Selain di Dubai, WHITE juga punya cabang di Beirut, Lebanon.

Kelab malam pertama di Saudi ini akan dibuka di wilayah Jeddah Waterfront. Trad mengatakan, berbagai genre musik akan dimainkan di kelab malam tersebut, mulai dari EDM, RnB, hingga hip-hop.

Trad menjelaskan, kelab ini terbuka untuk pria dan wanita di atas usia 18 tahun. Ada lantai dansa juga di kelab malam ini. Video-video tempat tersebut yang akan dibuka ramai dibagikan di Twitter.

Reaksi Beragam

Reaksi beragam bermunculan terkait rencana pembukaan kelab malam ini. Sebagian mendukungnya dengan mengatakan bahwa ini adalah bagian dari visi Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam memodernisasi Saudi. Sementara sebagian lainnya mengecamnya.

Dikutip Al-Jazeera, beberapa pengguna Twitter di Saudi menyuarakan penentangan mereka melalui tanda pagar #Disco_in_Jeddah. Menurut mereka, keberadaan kelab malam ini merusak citra Saudi sebagai negara pemilik situs paling suci umat Islam.

"Kami tidak menerima semua acara yang melanggar nilai-nilai, prinsip, dan moral Islam!" ujar seorang pengguna Twitter.

"Ini namanya kemunduran, bukan reformasi Islam. Allah melaknat mereka yang ingin menjauhkan kita dari ajaran agama dengan dalih modernisasi," ujar pengguna Twitter lainnya.