Wisata ke Luar Angkasa Resmi Dibuka untuk Umum Tahun Depan


Mulai tahun 2020, orang berkesempatan mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan biaya USD 35.000 atau sekitar Rp499 juta per malam.

Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional (NASA) mengumumkan agensi tersebut akan membuka ISS untuk bisnis perjalanan komersial dan ruang angkasa tahun depan.

Pengumuman itu dibuat ketika agen bermaksud untuk mengurangi kewajiban keuangannya ke laboratorium yang mengorbit planet Bumi.


Chief Financial Officer NASA, Jeff DeWit, mengatakan NASA membuka ISS untuk peluang komersialisasi dan pemasaran untuk pertama kalinya dalam sejarah NASA.

"Kami belum pernah melakukan ini kepada publik sebelumnya," katanya seperti dilansir dari AFP, Minggu (9/6/2019).

Perjalanan ruang angkasa ke ISS bukanlah hal baru, karena pada tahun 2001, seorang pengusaha AS merasa terhormat untuk mengunjunginya sebesar USD 20 juta (Rp28 Miliar lebih), diikuti oleh Guy Laliberte, Cirque du Soleil, delapan tahun kemudian.

Tetapi menurut wakil direktur ISS Robyn Gaten, kunjungan 'astronot swasta' terbatas pada dua kunjungan singkat setiap tahun.

Dia mengatakan misi itu diperbolehkan berada di ISS hingga 30 hari dan hanya 12 astronot swasta yang dapat mengunjungi ISS setiap tahun.

Astronot pribadi ini akan dibawa secara eksklusif oleh dua kendaraan yang sedang berkembang untuk NASA termasuk SpaceX dan Boeing.


Perusahaan akan memilih pelanggan dan mengenakan biaya untuk perjalanan ke ISS dan menjadi petualangan paling mahal sekitar USD 58 juta (RM240,58 juta) untuk tiket perjalanan dua arah.

Biaya akomodasi RM145.180 per malam sudah termasuk biaya menggunakan stasiun NASA, makanan dan peralatan pendukung pernapasan.

Namun, biaya tambahan akan dikenakan untuk layanan internet sebesar USD 50 (Rp825 miliar lebih) per gigabyte yang digunakan.