Fakta Unik Menarik Tentang Sperma Manusia

Sperma. Itulah komponen yang tak terpisahkan dari sistem reproduksi makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Sel yang hanya dimiliki oleh kaum pria ini mudah dikenali berakt bentuknya yang khas. Namun selain bentuk dan kemampuannya untuk menghasilkan keturunan, sperma manusia juga memiliki banyak hal menarik yang mungkin belum anda tahu. Berikut ini adalah 8 fakta unik dari sperma manusia:

Fakta Unik Seputar Sperma Manusia

1. Manusia Menghasilkan Ratusan Milyar Sperma Seumur Hidupnya
Sperma yang dimiliki oleh seorang pria dihasilkan oleh organ testis yang terletak di bagian alat kelaminnya. Testis memiliki kemampuan luar biasa untuk menghasilkan sperma dalam jumlah yang begitu banyak. Bagaimana tidak, seorang pria rata-rata bisa memproduksi 525 milyar sel sperma sepanjang hidupnya. Saat melakukan ejakulasi, seorang pria bisa melepas antara 40 juta hingga 1,2 milyar sperma.

Banyaknya sperma yang dihasilkan oleh seorang pria diperkirakan ada kaitannya dengan persaingan yang dilakukan oeh sesama pria untuk meneruskan keturunannya. sebagai gambaran, jika ada dua orang pria atau lebih yang pernah melakukan hubungan dengan seorang wanita, maka spermanya sama-sama berpeluang membuahi sel telur betina.

Karena hanya satu sel sperma yang bisa membuahi sel telur betina, maka seorang pria yang pernah melakukan hubungan dengan seorang wanita pun harus memastikan agar sperma yang dikeluarkannya bisa membuahi sel telur betina. Oleh karena itulah, saat berhubungan seorang pria langsung melepaskan begitu banyak sperma supaya peluang sperma tersebut untuk mencapai sel telur betina menjadi lebih tinggi.

2. Kualitas Sperma Dipengaruhi Oleh Makanan
Kualitas sperma yang dimiliki oleh seseorang ternyata dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang diterima oleh pria tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tikus, asam lemak DHA memiliki pengaruh terhadap kualitas sperma. Saat sperma yang awalnya memiliki kepala bundar menerima asupan DHA, kepala sperma tersebut berubah menjadi lebih lonjong sehingga kecepatan dan kemampuan renangnya jadi meningkat.

Bagi mereka yang sudah berusia tua, multivitamin dan makanan yang kaya dengan zat antioksidan juga disarankan untuk banyak dikonsumsi. Pasalnya menurut hasil penelitian yang dirilis oleh Departemen Energi AS, mereka yang mengkonsumsi makanan dengan kadar vitamin C 44 persen lebih tinggi memiliki resiko kerusakan sperma 20 persen lebih rendah. Selain vitamin C, zat-zat seperti vitamin E, antioksidan, zinc, dan folat dilaporkan juga memiliki dampak serupa bagi sperma.

3. Sperma Memiliki Bentuk yang Beragam
Jika mendengar kata sperma, maka kita bakal langsung membayangkan sel berbentuk bulat dengan ekor panjang layaknya kecambah. Namun ternyata tidak semua sel sperma berbentuk demikian. Menurut dokter Craig Niederberger, dari sekian banyak sperma yang dihasilkan oleh seseorang, hanya sekitar sepertiganya yang terlihat normal. Sementara sperma-sperma lainnya memiliki bentuk yang tidak normal akibat beragam alasan.

Kecacatan pada wujud sel sperma umumnya menimpa bagian kepala, leher, ekor, atau bahkan kombinasi di antara bagian-bagian tadi. sebagai contoh, sperma dengan wujud yang abnormal bisa memiliki 2 buah kepala, leher yang terlalu ramping, ekor yang bentuknya tidak lurus, atau bahkan ekor yang jumlahnya lebih dari satu. Namun masih belum diketahui apakah sperma dengan wujud yang tidak normal tersebut turut berpengaruh pada kemampuannya membuahi sel telur.

4. Keberadaan Sperma Baru Diketahui Pada Abad ke-17
Cukup mengejutkan untuk mengetahui bahwa walaupun sperma merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari kehidupan setiap pria, keberadaan sperma ternyata baru diketahui pada tahun 1677. Tepatnya oleh Anthony van Leeuwenhoek, pakar mikrobiologi yang juga terkenal sebagai pencipta mikroskop sederhana.

Leeuwenhoek sendiri pertama kali mengetahui sperma saat ia meneliti air maninya sendiri. Saat ia mengamati sampel air mani tersebut dengan memakai lensa mikroskop buatannya, ia menemukan adanya makhluk berukuran amat kecil yang gerakannya menyerupai belut. Ia juga mendeskripsikan “makhluk” yang dilihatnya tersebut sebagai makhluk dengan tubuh berbentuk bulat dengan ekor panjang di bagian belakangnya.

5. Sperma Awalnya Dikira Mengandung Manusia Mini
Walaupun keberadaan sperma sudah berhasil diketahui pada abad ke-17, baru pada 1879 konsep pembuahan sel telur seperti yang kita pahami sekarang baru diketahui oleh para ahli. Pada awalnya para ilmuwan mengira bahwa di dalam setiap sel sperma, terdapat bayi berukuran amat kecil yang tersimpan di dalamnya.

Pendapat ini sendiri timbul karena adanya klaim kalau kepala sperma berbentuk menyerupai tubuh manusia yang sedang berada dalam posisi menggulung diri. Mereka yang mempercayai teori ini juga mengklaim kalau wanita semata-mata yang berfungsi sebagai tempat untuk “menetaskan” bayi dalam sel sperma tersebut.

6. Sperma Memerlukan Bantuan Supaya Bisa Membuahi
Pembuahan pada manusia pada dasarnya terjadi ketika sel sperma menembus dinding sel telur dan menyatu dengan intinya. Sesudah pembuahan terjadi, inti sel telur kemudian akan mengalami pembelahan sebelum kemudian menempel pada dinding rahim dan berkembang menjadi bayi.

Walaupun sperma memiliki ekor yang kuat untuk membantunya bergerak menuju sel telur, sperma tidak akan bisa menembus dinding sel telur hingga ke intinya jika bukan karena dibantu oleh sel telur itu sendiri. 

Ketika kepala sel sperma bertabrakan dengan dinding sel telur, hormon progesteron yang dihasilkan oleh wanita akan merangsang sperma untuk menggerak-gerakan ekornya dengan lebih cepat. Tujuannya agar sperma tersebut memiliki cukup kekuatan untuk menerobos masuk hingga akhirnya mencapai inti sel telur. Sperma sendiri bisa menangkap sinyal hormon tersebut berkat adanya komponen protein bernama catsper pada badan selnya.

7. Pria Macho Belum Tentu Memiliki Sperma yang Subur
Kaum perempuan cenderung tertarik dengan pria yang berpenampilan gagah dan suaranya terdengar berat. Namun apakah pria dengan penampilan demikian lantas memiliki sperma yang berkualitas tinggi pula? Kalau menurut hasil penelitian yang dimuat di jurnal Plos ONE pada tahun 2012, ternyata jawabannya adalah tidak. Justru kadar sperma yang dimiliki oleh pria bersuara berat cenderung lebih rendah dibandingkan pria yang memiliki suara lebih tinggi.

Ilmuwan berpendapat kalau wanita cenderung menyukai pria bersuara berat karena suara yang berat ada hubungannya dengan kadar hormon testosteron, hormon yang berkaitan erat dengan ciri-ciri maskulin pria. Menariknya, hormon testosteron dalam jumlah yang terlampau tinggi justru bisa menganggu produksi sperma.  dengan melihat hal tersebut, ilmuwan pun berpendapat kalau lebih rendahnya kadar sperma pada pria bersuara berat merupakan bentuk kompensasi sekaligus adaptasi yang ditunjukkan oleh tubuh manusia.

8. Sperma Bisa Tetap Hidup di Luar Tubuh Pria
Ketika sel sperma sudah berada di luar tubuh pria pemilik aslinya, sperma bisa tetap bertahan hidup untuk beberapa lama. Saat seorang pria baru saja melakukan hubungan dengan lawan jenisnya, sperma tersebut bisa tetap bertahan dalam tubuh lawan jenisnya hingga dua hari berikutnya.

Sperma juga bisa disimpan dalam suhu yang amat rendah tanpa kehilangan kesuburannya hingga bertahun-tahun kemudian. Kemampuan sperma ini lantas dimanfaatkan untuk mendirikan bank sperma, semacam tempat yang khusus didirikan untuk menampung sperma dari para donor pria. Dengan cara ini, seorang pria yang sudah meninggal atau terpaksa berada jauh dari pasangannya untuk beberapa lama tetap bisa menghasilkan keturunan dari pasangannya.