Melebihi Dokter, Iran dan Rusia Bikin Robot Bedah Manusia


Iran dan Rusia sepakat membangun robot yang menggantikan dokter bedah manusia. Dalam rencananya robot tersebut akan melakukan operasi sementara ahli bedah yang mengendalikannya mungkin berada di negara lain.

Ahli bedah manusia dilaporkan akan memiliki robot kembar yang dia kontrol, dengan robot melakukan operasi pada pasien menyalin gerakannya.

Keuntungan besar menggunakan robot sebagai ahli bedah adalah mereka tidak memiliki getaran seperti manusia.


Ini berarti mereka bisa menjadi jauh lebih akurat, mengurangi risiko arteri atau jaringan sehat yang tergores oleh pisau bedah.

Dalam kolaborasi antara kedua negara, kesepakatan untuk membuat robot - dijuluki "Cenna" - ditandatangani di Moskow kemarin.

Sorena Sattari, wakil presiden Iran untuk Sains dan Teknologi, berada di Rusia untuk membahas teknologi.

Dia dilaporkan telah didampingi oleh lebih dari 70 perusahaan Iran. Tahun lalu, seorang pria Inggris meninggal dalam operasi jantung yang terkenal menggunakan robot "Da Vinci".

tudi terbaru dari German Carmaker Porche’s konsultasi mengatakan bahwa konsumen lebih senang melakukan tindak operasi dengan mesin ketimbang dilakukan secara manual oleh manusia. Faktanya 23% responden di Jerman menolak ide tentang robot yang menangani prosedur tindak operasi tersebut.

Sebanyak 77% dari mereka juga telah menyiapkan diri jika suatu hari operasi tersebut lebih terlihat seperti fasilitas produksi mobil. Hanya 41% yang memberikan peringatan, jika nantinya mereka harus menjalani prosedur dengan menggunakan robot, namun dengan risiko rendah.


“Perkembangan lanjutan di teknologi kesehatan sediri telah membantu untuk melakukan perawatan dan tindakan bagi pasien dengan waktu yang lama,” ungkap Dr Roma Hipp dari Porsche Consulting, demikian seperti dinukil dari laman Gadgets Now.

Peneliti di Jerman sendiri mengungkapkan bahwa setidaknya para pasien di sana telah melihat hasil yang menguntungkan. Teknologi tersebut telah memberikan kualitas dalam kehidupan mereka.