Horor, Mahasiswi Ini Buka Pintu Pesawat dan Jatuh 1.130 Meter


Seorang mahasiswi Universitas Cambridge membuka pintu sebuah pesawat kecil yang sedang dalam perjalanan di Madagaskar. Dia jatuh dari ketinggian lebih dari 1.130 meter dan dipastikan tewas.

Polisi setempat telah mengonfirmasi insiden mengerikan itu. Alana Cutland, 19, jatuh selama penerbangan pulang dari sebuah pondok terpencil pada 25 Juli 2019.

Para investigator mengatakan mahasiswi itu mengalami lima "serangan paranoia" ketika dalam perjalanan penelitian yang gagal. Penelitian di Madagaskar itu dia danai sendiri.


Turis Inggris, Ruth Johnson—pemilik pesawat baling-baling—mencoba menahan Alana selama beberapa menit agar tidak berbuat nekat. Namun, mahasiswi itu justru melawan dan berakhir dengan insiden tragis.

Pilot pesawat juga sempat mencoba menghentikan mahasiswi itu dari aksi melompat. Namun, upaya itu juga gagal.

Polisi dan penduduk setempat telah mencoba untuk menemukan jasad korban di daerah terpencil, tetapi mereka pesmismitis bisa menemukannya karena lokasinya yang terpencil.

Kepala polisi setempat, Sinola Nomenjahary, mencoba merekonstruksi penerbangan itu setelah menerima keterangan dari Johnson dan pilotnya.

"Pesawat Cessna C168 lepas landas dari Anjajavy dengan tiga orang di dalamnya, termasuk Johnson, Alana dan pilot," kata Nomenjahary.

"Setelah 10 menit penerbangan, Alana membuka pintu kamarnya dan membuka kunci pesawat dan mencoba keluar."

"Johnson berkelahi selama lima menit, berusaha memeluknya, tetapi ketika dia kelelahan dan kehabisan napas, dia melepaskannya," kata Nomenjahary.

"Alana kemudian jatuh dari pesawat pada ketinggian 1.130 meter di atas permukaan laut. Dia jatuh ke zona yang penuh dengan kucing fossa karnivora."

Alana seharusnya tetap dalam perjalanan penelitian selama enam minggu tetapi memangkasnya setelah delapan hari usai berbicara dengan orang tuanya Alison dan Neil Cutland, yan keduanya berusia 63 tahun.

Kemarin, orang tuanya membuat pernyataan duka untuk putri mereka. "Putri kami Alana adalah seorang wanita muda yang cerdas dan mandiri yang dicintai dan dikagumi oleh semua orang yang mengenalnya," bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip news.com.au, Kamis (1/8/2019).

“Dia selalu begitu baik dan mendukung keluarga dan teman-temannya, yang mengakibatkan dia memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan jaringan luas orang-orang dari semua lapisan kehidupannya, yang kita tahu akan sangat merindukannya," lanjut pernyataan tersebut.

"Alana menangkap setiap kesempatan yang ditawarkan kepadanya dengan antusiasme dan memiliki rasa mengembara, selalu berusaha untuk memperluas pengetahuan dan pengalamannya dengan cara terbaik."

“Dia sangat bersemangat untuk memulai tahap berikutnya dari pendidikannya tentang magang di Madagaskar melengkapi studinya dalam ilmu alam," imbuh pernyataan tersebut.


"Kami sedih karena kehilangan putri kami yang luar biasa dan cantik yang menerangi setiap kamar yang ia masuki dan membuat orang-orang tersenyum hanya dengan berada di sana."

Alana telah mengerjakan proyek biologi tentang hewan dengan mempelajari kepiting di garis pantai dan dipandu oleh Anjajavy Lodge.

Dia dijadwalkan terbang pulang ketika dia jatuh dari pesawat kecil.

Nomenjahary mengatakan kesimpulan dari penyelidikan polisi adalah bahwa itu adalah insiden jatuh yang disengaja dan mereka bekerja dengan otoritas Inggris yang sudah berbicara kepada keluarganya.

Selain rekonstruksi, polisi setempat telah mewawancarai manajemen hotel, Johnson dan pilot dan menggeledah barang bawaan Alana.

Mereka juga membaca dokumen dan pesannya. "Korban adalah mahasiswi yang gagal dalam pekerjaan penelitian dan meminta banyak dukungan moral. Dia secara pribadi membiayai penelitiannya dan menderita serangan paranoia lima kali."