Militer China Isyaratkan Bakal Intervensi Kerusuhan di Hong Kong


Militer China mengisyaratkan akan melakukan intervensi untuk mengatasi demo yang berujung pada kerusuhan di Hong Kong. Militer, untuk pertama kalinya, merilis video penindakan kerusuhan dengan mengeluarkan peringatan.

"Kerusuhan telah secara serius mengancam kehidupan dan keselamatan rakyat dan tidak boleh ditoleransi," bunyi peringatan militer China dalam video tersebut.

Peringatan itu dikeluarkan komandan garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Hong Kong, Chen Daoxiang pada sebuah resepsi perayaan ulang tahun ke-92 PLA pada hari Rabu. "(Militer) bertekad untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, stabilitas dan kemakmuran Hong Kong," lanjut peringatan tersebut, seperti dikutip The Guardian, Kamis (1/8/2019).


Peringatan dikeluarkan sehari setelah 43 demonstran didakwa melakukan kerusuhan dan dibebaskan dengan jaminan. Beberapa dari mereka yang didakwa berumur 16 tahun dan termasuk seorang pilot Cathay Pacific.

Komandan PLA juga memberikan dukungan tegas kepada Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, serta kepada kepolisian setempat atas penegakan hukum secara ketat.

Video yang dirilis PLA menampilkan aksi para tentara China secara dramatis. Dalam satu adegan, latihan antihuru-hara diperlihatkan di mana barisan tentara bergerak memegang perisai antihuru-hara dan menembaki orang-orang yang melarikan diri. Adegan itu termasuk rekaman tank yang bergulir, meriam air yang ditembakkan, dan para warga yang diborgol dibawa pergi.

Seorang tentara terlihat berteriak dalam bahasa Kanton, bahasa yang digunakan di Hong Kong dan bukan di daratan China; "Semua konsekuensi adalah risiko Anda sendiri."

Isyarat PLA akan melakukan intervensi itu muncul ketika kepala eksekutif pertama Hong Kong, Tung Chee-hwa, menuduh AS dan Taiwan merancang protes yang telah mengguncang bekas koloni Inggris selama delapan minggu terakhir.

Tung mengklaim bahwa politisi asing dan pasukan anti-China dengan motif tersembunyi bekerja untuk menghasut ketakutan rakyat Hong Kong."Dan merusak hubungan antara daratan (China) dan Hong Kong," katanya. Dia memperingatkan orang-orang Hong Kong agar jangan mau "dimanfaatkan".

Tung, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, juga memberikan dukungannya kepada pihak berwenang Hong Kong dalam menegakkan aturan hukum dan mengambil langkah tegas untuk memulihkan ketertiban sosial. "Mereka sudah mendengar suara publik," ujarnya merujuk pada para pemimpin Hong Kong.

Pernyataan komandan PLA telah memicu kekhawatiran bahwa tentara China benar-benar akan campur tangan dalam protes yang berujung rusuh. Pekan lalu, seorang pejabat dari Kementerian Pertahanan China mengatakan Beijing dapat melakukan intervensi secara hukum jika pemerintah Hong Kong meminta bantuan dalam menjaga ketertiban sosial.


Bloomberg melaporkan, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Gedung Putih sedang memantau kongregasi pasukan China di perbatasan Hong Kong. Seorang analis mengatakan bahwa mungkin saja mereka hanya mengamati upacara pengambilan sumpah oleh polisi.

"Komentar PLA adalah bagian dari perang psikologis melawan Hong Kong," kata Andreas Fulda, seorang peneliti China di Universitas Nottingham. Dia percaya bahwa sangat tidak mungkin tentara China akan campur tangan untuk menghindari konflik bersenjata perkotaan yang berlarut-larut.

"Setiap penggelaran militer di Hong Kong juga akan menimbulkan perselisihan internal di dalam Partai Komunis China," katanya, seraya menambahkan bahwa kota tersebut merupakan pusat keuangan penting bagi partai tersebut.