Johnson & Johnson Klaim Temukan Formula Vaksin Virus Corona


Direktur ilmiah perusahan farmasi Johnson and Johnson Dr Paul Stoffels mengklaim mampu membuat Vaksin yang bisa membunuh Virus Corona yang sedang mendera di China dan beberapa negara.

Para ilmuwan yang bekerja pada vaksin untuk infeksi virus Corona yang mematikan mengatakan mereka “yakin” mereka akan berhasil - tetapi mereka memperingatkan bahwa itu bisa selama setahun sebelum produk siap digunakan.

Sementara itu Dr Paul Stoffels, kepala ilmuwan ilmiah untuk raksasa farmasi Johnson and Johnson, mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaan mulai mengerjakan proyek tersebut dua minggu yang lalu.


Dia berkata: "Saya sangat khawatir ini bisa menjadi pandemi global.Karena itulah kami mulai mengerjakan vaksin ini dua minggu lalu, kami harus bersiap bahwa ini akan menjadi krisis global." tutur Dr Paul seperti dilansir Daily, Selasa (28/1/2020).

Dr Stoffels membandingkan upaya dengan pekerjaan yang dilakukan perusahaan dalam mengembangkan vaksin untuk virus Zika, yang memakan waktu sekitar 12 bulan.

Dia memperingatkan bahwa vaksin untuk coronavirus juga bisa memakan waktu satu tahun.
Dia berkata: "Kita akan melihat dalam beberapa minggu ke depan bagaimana ini terjadi.

Virus Corona yang mendera China dan beberapa negara hingga saat ini para ahli memastikan belum ada antivirusnya, bahkan antibiotik apapun tak akan mampu menghalau infeksi virus Corona.

Para peneliti mengatakan hal itu berdasarkan fakta Lebih dari 90.000 orang dirawat di rumah sakit yang terkena Virus Corona kebal terhadap antibiotik tahun lalu.

Angka-angka digital NHS menunjukkan angka-angka berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan para ahli memperingatkan bahwa Corona menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan yang sama seriusnya dengan perubahan iklim.