Ini Peretas yang Bocorkan Rahasia Man City Hingga Berujung Hukuman


Manchester City (Man City) dan semua penggemarnya bisa jadi bakal selamanya membenci Rui Pinto. Hacker asal Portugal itu disinyalir sebagai dalang atas hukuman yang diterima The Citizens.

Akhir pekan ini menjadi momen kelabu bagi Man City. Pasalnya, mereka mendapat kado valentine berupa hukuman dari UEFA, yakni larangan tampil di Liga Champions selama dua tahun ke depan dan denda sebesar 25 juta poundsterling.

Sanksi itu diterima armada Pep Guardiola karena dianggap melanggar Financial Fair Play (FFP) dengan merekayasa laporan keuangan pada periode 2012-2016. Ini semua terjadi karena ulah Pinto. Pria berusia 31 tahun itu meretas surat elektronik Man City dan memberinya kepada media Jerman.


Pinto terkenal sebagai peretas yang kerap mencuri data rahasia klub sepak bola diseluruh dunia, khususnya Eropa. Dia diberitakan mendirikan situs Football Leaks pada 2015 dan membocorkan rahasia yang didapatnya.

Terhitung sejak 2016, Pinto dipercaya telah mencuri hingga 70 juta dokumen elektronik yang sangat penting. Dia juga memiliki informasi digital sebesar 3,4 terabyte. Salah satunya adalah mengenai mark-up dana sponsor yang dilakukan Man City.

Informasi itu sempat dimuat Der Spiegel pada 2018 yang menyebut kalau jawara Liga Primer itu melanggar FFP. Akibat perbuatannya, Pinto harus masuk penjara pada Maret 2019. Meski demikian, hal itu tidak membuat Man City terbebas dari masalah.

“Saya sadar hal ini akan terjadi. Saya tahu kepolisian Portugal akan melakukan penangkapan, jadi saya harus siap untuk itu. Kepolisian Portugal takut terhadap apa yang saya ketahui. Karena itu sangat penting bagi saya agar tetap waras,” ujar Pinto, dilansir the sun.

UEFA tetap melakukan penyelidikan dan akhirnya memuntuskan kalau Man City telah melakukan pelanggaran. Menariknya, setelah hukuman itu dijatuhkan, tagar #FreeRuiPinto malah bermunculan di Twitter sejak jumat malam, tujuannya agar dia dibebaskan dari penjara.