Negara Maju Berlomba Bangun Komputasi Quantum, India Siapkan Rp15,4 Triliun


Pemerintah India menyatakan kesiapannya mengeluarkan modal hingga Rp15,4 triliun untuk penelitian komputasi kuantum dalam lima tahun ke depan.

Rencana itu diungkap Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman. Dia menjelaskan, rencana itu akan mempromosikan penelitian teknologi kuantum di bawah koordinasi teknologi kuantum, dan proyek-proyek misi nasional terapan.

Namun, sebelum India, banyak negara telah memimpin dalam penerapan komputasi kuantum. Pada 2016, Komisi Eropa mengumumkan investasi dengan nilai yang hampir sama untuk proyek-proyek komputasi kuantum.Pada 2018, Presiden AS, Donald Trump menandatangani undang-undang yang menjanjikan investasi Rp15 triliun dalam komputasi vektor. 


Pada saat yang sama, China juga berencana menginvestasikan modal hingga Rp27 triliun dalam penelitian komputasi kuantum di tahun-tahun mendatang. Negara-negara lain, seperti Jepang, Jerman, dan Kanada, telah mengumumkan rencana untuk mempromosikan proyek komputasi kuantum.


Sebaliknya, India memiliki sedikit pengalaman dalam bidang ini dan ada beberapa proyek penelitian tentang teknologi baru. Tahun lalu, Kementerian Sains dan Teknologi India (DST) mendirikan sebuah proyek penelitian yang disebut "Ilmu dan Teknologi Pemberdayaan Quantum" (QuEST) di sebuah lembaga di kota selatan Hyderabad, dengan total investasi USD11,2 juta.

Meskipun India baru saja mulai terlibat dalam penelitian kuantum, IBM dan Google sudah berjuang untuk hegemoni kuantum. Faktanya, komputer kuantum dapat memecahkan masalah yang tidak bisa dilakukan komputer tradisional. Di sisi lain, Amazon dan Microsoft Cloud juga telah memulai layanan untuk komputasi kuantum.

Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Arvind Krishna, Chief Executive IBM yang baru, mengatakan, dia belum melihat startup India yang aktif bekerja di bidang komputasi kuantum. Padahal untuk bersaing dengan negara lain di bidang komputasi kuantum, mereka perlu berinvestasi dalam proyek yang tepat. Mungkin India juga dapat bekerja sama dengan perusahaan besar seperti IBM dan Google untuk saling menguntungkan.