Pekan ini Menkominfo Putuskan Mekanisme Pemblokiran Ponsel Black-Market


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memutuskan pilihan mengenai mekanisme yang akan digunakan untuk pemblokiran ponsel black-market (BM) lewat nomer International Mobile Equipment Identity atau IMEI.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, menyebut pekan ini Kominfo dan para operator seluler akan menentukan sistem blacklist atau whitelist yang akan digunakan.

"Pekan ini kami akan putuskan bersama-sama dengan para pimpinan operator seluler," kata Johnny di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Rabu (26/2/2020).


Hanya dia enggan menyebut kapan waktu pasti keputusan itu akan dibuat. Johnny pun mengaku sudah mengetahui keputusannya.

"Saya sudah tahu tapi kan formalnya harus bersama-sama dengan operator seluler, kita ikut dong aturannya," kelitnya.

Setelah diputuskan, aturan pemblokiran IMEI akan berlaku sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan yakni 18 April 2020. "Setelah itu sesuai dengan surat-surat keputusan dan kesepakatan tetap 18 April," kata Johnny lagi.

Menkominfo mengklaim bahwa tidak ada masalah mengenai pembiayaan pengadaan alat untuk memblokir IMEI yang dibebankan kepada operator seluler. "Ada penambahan lagi sedikit alat dengan investasi yang tidak terlalu besar dan sudah disepakati operator seluler akan membiayai itu secara profesional sesuai revenue mereka," tandasnya.