Radiasi Jaringan 5G Disebut Rusak Sistem Reproduksi Pria


Penerapan teknologi jaringan 5G dibeberapa negara mulai di depan mata. Namun berdasarkan riset Para ilmuwan dan akademisi menyebut elektromagnetik jaringan berkecepatan tinggi memiliki efek berbahaya pada sistem reproduksi pria.

Para ilmuwan di antara mereka menyuarakan keprihatinan bahwa peluncuran 5G di Inggris dapat membahayakan tingkat kesuburan. Ada kekhawatiran bahwa peningkatan level radiasi di Inggris karena cakupan 5G yang tersebar di seluruh negeri dapat berdampak serius pada tingkat kesuburan manusia.  


Peluncuran jaringan berkecepatan tinggi, yang diluncurkan di Inggris pada Mei tahun lalu, telah memicu protes dari mereka yang percaya tingkat radiasi elektro-magnetik (EMR) yang lebih tinggi di atmosfer berbahaya dan potensi efek kesehatan 5G perlu diuji.

Sebuah surat yang disampaikan kepada Downing Street pekan lalu mendesak Perdana Menteri Boris Johnson untuk membuka penyelidikan tentang "menetapkan dampak sebenarnya dari sistem komunikasi nirkabel pada kesehatan populasi Inggris".

"Kami sangat prihatin dengan kerentanan anak muda dan sangat muda terhadap efek berbahaya dari radiasi RF berdenyut," bunyi surat petisi, yang salah satunya ditandatangani oleh 268 dokter dan ilmuwan seperi dilansir dari Dailystar, Senin (3/2/2020).


"Penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa radiasi non-pengion ini menyebabkan kerusakan DNA oksidatif dalam sistem seluler dan ini mungkin sangat berbahaya bagi sistem reproduksi anak laki-laki, remaja dan laki-laki muda."

Hitungan sperma di antara pria Inggris telah turun 29% dalam dekade terakhir. Berbagai penelitian internasional telah menemukan hubungan antara peningkatan penggunaan ponsel dan penurunan kuantitas dan kualitas sperma.

Sebuah tinjauan tahun 2016 oleh Society for Reproduction and Fertility melaporkan bahwa dari 27 penelitian yang menyelidiki efek ponsel EMR pada sistem reproduksi pria, 21 menghasilkan konsekuensi negatif dari paparan.