SpaceX Akan Berangkatkan Empat Penumpang Wisata ke Ruang Angkasa


Program pariwisata ruang angkasa semakin mendekati kenyataan. Perusahaan layanan transportasi dan manufaktur luar angkasa asal Amerika Serikat (AS) Space Exploration Technologies (SpaceX) akan memberangkatkan empat warga sipil menuju orbit Bumi pada akhir tahun 2021 atau awal 2022.

Untuk menyukseskan program itu SpaceX telah menggandeng agen pariwisata luar angkasa yang sudah berpengalaman Space Adventures. Menilik riwayat, Space Adventures telah berhasil memberangkatkan tujuh warga sipil menuju Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) dalam program pariwisata ruang angkasa.

Namun SpaceX dan Space Adventures tidak mengungkapkan tarif perjalanan tersebut, termasuk detail persiapan sebelum keberangkatan. Space Adventures hanya menyatakan kliennya akan meluncur menuju orbit Bumi menggunakan pesawat Dragon milik SpaceX dengan ketinggian tiga kali lipat tinggi ISS.


Seperti dilansir CNA, salahsatu klien Space Adventures Dennis Tito sebelumnya telah membayar hingga USD20 juta (Rp273 miliar, kurs 13.692 perdolar) untuk dapat tinggal selama delapan jam di ISS pada 2001. Orang terakhir yang ikut dalam program itu ialah pendiri Cirque du Soleil, Guy Laliberte, pada 2009.

Di atas kertas, pesawat Dragon memiliki keunggulan yang lebih inovatif daripada pesawat ruang angkasa sebelumnya. Salah satunya ialah dapat digunakan secara berulang-ulang. SpaceX menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun dan menguji teknologi tersebut sebagai bagian dari kontrak dengan NASA.

CEO SpaceX Elon Musk optimistis dengan proyek itu. Pada tahun lalu ia juga mengungkapkan perihal pesawat baru untuk misi perjalanan menuju bulan di Boca Chica Village, Texas, AS. Berdiri di bawah Starship Mk1, dia sangat ambisius untuk melakukan perjalanan antarplanet.

Sejauh ini prototipe penuh pesawat dengan Super Heavy Booster itu tidak diungkapkan kepada publik. Namun, menurut Musk, pesawat versi terbaru dapat mengangkut hingga 100 orang menuju Bulan, Mars, atau untuk mengelilingi Bumi. Tingginya akan mencapai sekitar 118 meter dan dapat digunakan secara berkala.

“Saya kira ini merupakan ide paling menggugah yang pernah saya lihat di sepanjang hidup saya. Saya begitu bangga dapat bekerja sama dengan tim sehebat kalian. Pesawat ini merupakan karya yang luar biasa,” ujarnya di hadapan sekitar 200 karyawan Space X, para tamu undangan, dan awak media seperti dikutip Space beberapa waktu lalu.

Pesawat versi terbaru akan digunakan untuk mengangkut miliarder asal Jepang, Yusaku Mezawa, dan sejumlah artis yang sudah memesan tiket menuju bulan pada 2020. Namun tidak diketahui berapa biaya yang dikeluarkan Maezawa dan para artis untuk memperoleh kesempatan dan pengalaman langka tersebut.

Perusahaan luar angkasa dunia seperti Virgin Galactic, Space X, dan Blue Origin telah menerima investasi selangit dalam melancarkan program pariwisata luar angkasa. Virgin Galactic sedikitnya mendapatkan dana dari Aabar Investment Group senilai USD380juta dan dari Pemerintah New Mexico senilai USD200 juta.

Pada bulan lalu, Virgin Galactic mengirimkan penumpang pertama Beth Moses sebagai bagian dari uji coba penerbangan menuju luar angkasa. Harga tiketnya sekitar USD250.000 per orang. Blue Origin juga mendekati sukses. Perusahaan milik CEO Amazon Jeff Bezos itu sedang mengembangkan roket New Shepard.