Alasan Masuk Akal Kenapa COVID-19 Sangat Ganas di Italia


Roma- Korban tewas akibat berjangkitnya virus corona di Italia melonjak 627 dalam sehari menjadi 4.032. Negara ini menyusul China sebagai negara yang paling banyak mencatat kematian akibat penyakit pernapasan yang sangat menular tersebut.

Reuters melaporkan kematian pada Jumat 21 Maret 2020 meningkat 18,4% dan menjadi kenaikan harian terbesar sejak penularan muncul sebulan lalu.  Badan Perlindungan Sipil Italia menyebutkan jumlah total kasus di Italia naik menjadi 47.021 dari 41.035 sebelumnya, naik 14,6%, kata Badan Perlindungan Sipil.

Institut kesehatan nasional (ISS) Italia mengatakan usia rata-rata mereka yang meninggal adalah 78,5 tahun, dengan korban termuda berusia 31 dan yang tertua 103. Usia rata-rata adalah 80 tahun.

Sedangkan sekitar 41% dari mereka yang meninggal berusia antara 80-89, dengan kelompok usia 70-79 menyumbang lebih dari 35%.

Italia memang menjadi negara yang memiliki populasi tertua di dunia setelah Jepang, dengan sekitar 23% orang berusia di atas 65 tahun. Para ahli medis mengatakan demografi ini dapat menjelaskan mengapa jumlah kematian di negara ini jauh lebih tinggi daripada di tempat lain di dunia.

Laporan ISS, berdasarkan survei terhadap 3.200 orang yang tewas. Data juga menyebutkan pria menyumbang 70,6% dari kematian dan wanita 29,4%. Usia rata-rata untuk wanita yang meninggal adalah 82 sementara 79 untuk pria. Sebagai perbandingan, usia rata-rata mereka yang dites positif untuk penyakit ini adalah 63.

Analisis yang lebih dalam terhadap 481 orang yang meninggal menunjukkan bahwa hampir 99% dari mereka menderita satu atau lebih kondisi medis sebelum tertular virus. Sekitar 48,6% memiliki tiga atau lebih patologi sebelumnya.

Sebanyak 73,8% menderita tekanan darah tinggi, 34% menderita diabetes, dan 30,1% menderita penyakit jantung.

Saat dirawat di rumah sakit, 76% mengalami demam, 73% mengalami kesulitan bernapas, 40% mengalami batuk dan 8% mengalami diare.

Waktu rata-rata antara timbulnya gejala pertama dan kematian berikutnya adalah delapan hari, dengan waktu rata-rata dihabiskan di rumah sakit hanya empat hari.

Dari 3.200 kematian yang ditinjau dalam survei, hanya sembilan yang berusia kurang dari 40, semuanya kecuali satu dari mereka adalah laki-laki