Coronavirus Bisa Mati dalam 10 Menit, Ini Penjelasannya




Coronavirus yang tengah mewadah di Indonesia ini masih membuat panik sebagian warga, terlebih mereka yang belum teredukasi mengenai penyebaran virus yang dinamakan Covid-19 itu.

Nah, penjelasan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto yang kini ditunjuk menjadi juru bicara penanganan virus Corona, akhirnya bilang kalo virus ini bisa mati dalam 10-15 menit. Pernyataan Achmad Yurianto yang HAI kutip dari KompasTV Live, Selasa (3/3/2020) kemarin itu setidaknya bakal bisa menenangkan kamu yang masih panikan.

Terus, gimana caranya nih coronavirus bisa mati dalam kurang dari seperempat jam?

1. Droplet atau Muncratan Virus yang Jauh
Achmad Yurianto yang kerap dipanggil Yuri itu memaparkan virus corona yang mulai mewabah di Indonesia hanya bisa ditularkan melalui kontak dekat dengan pasien terinfeksi. Hal ini terjadi ketika orang yang terinfeksi virus corona misalnya mengalami batuk, bersin, dan melakukan interaksi (bicara) di depan kita, saat itulah muncratan bisa berpotensi mengenai lawan bicaranya.

Nah, Yuri menegaskan bahwa virus corona dimungkinkan akan menular hanya dalam jarak sekitar satu meter dari orang yang terinfeksi. Kalo jaraknya agak jauh dari itu, bisa jadi droplet yang mengandung virus akan jatuh ke bumi atau udara. Mereka nggak bisa hidup lama di alam bebas.

2. Virus Butuh Tempat Hidup
Karena itu, Yuri menggarisbawahi bahwa virus corona tersebut tidak dapat hidup sendiri. Dalam teori biologisnya, virus membutuhkan inang untuk dapat berkembang atau bertahan hidup. Makanya, virus hanya dapat hidup di dalam sel yang juga hidup.

Yuri pun memberikan pernyataannya dengan perumpamaan benalu yang berkembang di sebuah pohon. "Sama dengan benalu di pohon. Benalu ini bisa hidup kalau pohonnya hidup. Kalau pohonnya mati, pasti benalunya ikut mati," papar Yuri lagi.



3. Biar ‘rumah’ virus mati, tingkatkan imunitas tubuh!
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sel yang hidup tersebut bisa menjadi ‘rumah’ virus, biasanya terdapat pada saluran pernapasan orang yang sedang sakit atau saat imun tubuh lemah. Makanya, kalo ada orang bersin bisa jadi proses menularnya virus adalah ketika orang yang terpapar itu bersin sel virusnya ikut terlepas keluar.

"Pada saat orang terinfeksi batuk, bersin, hingga berbicara maka sebagian selnya ini terlepas, terlempar yang kita sebut droplet," jelas Yuri. Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat tahu lebih dalam tentang proses penyebaran virus ini.

Sebab, persyaratan utama dimungkinkan tertular virus corona hanya terjadi apabila melakukan kontak jarak dekat. "Oleh karena itu logika kita, sehebat apapun orang sakit itu nggak mungkin dropletnya, percikan ludahnya itu terlemparnya sampai satu kilo dari mulutnya," tegas Yuri.

4. Hidup Hanya 10 menit
Droplet yang terlepas dari tubuh orang yang membawa virus itu biasanya hanya akan bertahan dalam waktu 10-15 menit. Yuri mengatakan, sel manusia tersebut dapat mati karena tidak tahan akan pengaruh dari paparan ultraviolet, suhu, dan kelembaban yang ada di Indonesia.

"Rata-rata hanya akan bertahan di 10-15 menit. Setelah itu akan mati, indoor atau outdor," katanya. "Begitu sel itu mati, maka virus yang numpang di dalamnya pasti ikut mati," tegas Yuri lagi mengibaratkan percikan darah yang telah tertetes di luar tubuh manusia tersebut juga katanya tidak akan bertahan atau akan mati dalam waktu 10 menit.

5. Pake masker biar droplet nggak nempel ke inang lainnya
Karena itu, Yuri mengatakan sebaiknya orang yamg sedang mengaklami gejala terkena virus baiknya menggunakan masker, sikap ini bukan hanya dilakukan ketika ada wabah virus corona, melainkan apapun halnya ketika sedang sakit.

"Supaya percikan droplet dia nggak ke mana-mana," tambah Yuri. Dan kalo nggak menempel ke sel manusia yang lain, maka hidupnya nggak akan lama di luaran sana. Lindungi diri dan orang lain juga ya!