Siang Ini, Jakarta Alami Hari Tanpa Bayangan


Jakarta akan mengalami hari tanpa bayangan pada hari ini, Rabu (4/3). Hari tanpa bayangan adalah hari di mana saat siang memasuki puncak, bayangan seluruh benda tegak hilang karena berimpit dengan titik tumpuan bendanya.

Fenomena ini terjadi karena posisi Matahari saat itu tepat berada di titik zenith kota Jakarta. Seluruh bayangan benda tegak mengarah ke pusat Bumi atau titik nadir Jakarta.

Hari tanpa bayangan hanya bisa terjadi di daerah tropika yang secara geografis ada di sekitar ekuator, dibatasi oleh dua garis lintang antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) hingga 23,5 derajat Lintang Selatan (LS). Ini tak lain karena daerah peredaran lingkungan gerak semu harian Matahari, bolak-balik antara kedua garis ini dengan periode setahun penuh.

Oleh karena Jakarta berada di daerah tropika, maka kota ini akan mengalami 2 kali hari tanpa bayangan dalam setahun. Pertama saat Matahari melintasi titik zenith kota Jakarta menuju Khatulistiwa, yakni pada Rabu 4 Maret 2020, dan kedua pada Kamis 8 Oktober 2020, saat Matahari meninggalkan Khatulistiwa menuju Lintang Selatan.

Jika dilihat secara astronomi, fenomena ini terjadi saat deklinasi Matahari nilainya sama atau berdekatan dengan lintang pengamatan Jakarta. Lintang Jakarta berada di kisaran 6 derajat 11' S. Adapun Matahari tepat di titik Zenith kota Jakarta terjadi pada pukul 12.04 WIB. Sedangkan Jakarta tanpa bayangan selanjutnya pada 8 Oktober 2020, titik zenith terjadi pukul 11.04 WIB.

Tanggal berlangsungnya fenomena ini dari tahun ke tahun relatif tetap, dan seandainya ada pergeseran, hanya dalam kisaran 1 hari saja.

Dalam rangka menyambut hari tanpa bayangan di Jakarta, Planetarium dan Observatorium Jakarta akan melakukan serangkaian penelitian dan pengamatan menggunakan beberapa alat bantu, termasuk teleskop. Penelitian ini diselenggarakan di Planetarium Jakarta yang berada di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dimulai pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB.

Penelitian melibatkan beberapa klub astronomi yang berada di wilayah Jabodetabek, serta perwakilan dari komunitas Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Tak ketinggalan alumni Olimpiade Sains bidang astronomi juga dijadwalkan mendatangi penelitian tersebut.