Terdesak! AS Gunakan Remdesivir untuk Sembuhkan Pasien Corona


Ilmuwan AS di University of California berhasil menyelamatkan seorang wanita yang akan meninggal dunia dari pandemi mematikan COVID-19. Ilmuwan ini menggunakan Remdesivir Ramuan yang disebut buatan Ali Mohamded Zaki saat Arab Saudi dilanda virus meatikan 2012 lalu.

Seperti dilansir dari DAily Sabtu (14/3/2020), Pasien yang berhasil diselamatkan sudah "akan meninggal" dan berhasil diselamatkan dengan obat percobaan. Pasien yang sakit kritis, dikonfirmasi orang yang pertama kali tertular COVID-19 di AS pada 26 Februari, lapor sebuah jurnal sains Amerika.

Ketika kondisinya memburuk, izin diberikan berdasarkan undang-undang penggunaan berbelas kasih dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk menggunakannya sebagai subjek uji untuk obat bernama 'Remdesivir.'


Obat itu sebelumnya hanya diuji pada monyet di AS, terinfeksi dengan variasi coronavirus yang disebut Middle East respiratory syndrome syndrome (MERS-CoV).

ilmuwan Amerika Serikat menggunakan vaksin Remdesivir yang diklaim hasil pengembangan vaksin milik Ali Mohamed Zaki.Bahkan AS, akui beberapa uji klinis lain dari remdesivir untuk COVID-19 diyakini sedang berlangsung di China. Sementara itu, beberapa pasien manusia yang sakit dengan COVID-19 telah menggunakan obat percobaan dalam upaya untuk pulih.

Temuan penelitian, yang diterbitkan bulan ini, mengungkapkan tiga kelompok monyet diobati dengan remdesivir. Perincian temuan, Drug Target Review melaporkan satu kelompok primata, bertempat di sebuah lab di Hamilton, Montana, menerima obat 24 jam sebelum infeksi dengan MERS-CoV.

Kelompok lain diberikan vaksin sekitar 12 jam setelah infeksi dan kelompok kontrol lain tidak menerima perawatan apa pun.

Para ilmuwan NIH mengatakan "Remdesivir sebelumnya telah melindungi hewan terhadap berbagai virus dalam percobaan laboratorium. Obat ini telah ditunjukkan secara eksperimental untuk secara efektif mengobati monyet yang terinfeksi virus Ebola dan Nipah,"

“Para ilmuwan menunjukkan bahwa hasil studi yang menjanjikan mendukung uji klinis tambahan remdesivir untuk MERS-CoV dan 2019-nCoV. Setidaknya dua uji klinis remdesivir untuk 2019-nCoV sedang berlangsung di Cina, dan pasien lain dengan infeksi 2019-nCoV memiliki menerima obat di bawah protokol penggunaan welas asih. " tulis ilmuan NIH.