Zat Senyawa Ganja DiYakini Melemahkan Sifat Ganas Bakteri Corona


Gabungan ilmuwan saat ini tengah mempertimbangkan untuk penggunaan zat senyawa ganja untuk antibiotik. Pasalnya para ilmuwan yakin salah satu senyawa penolong semacam itu telah dicurigai sebagai cannabidiol (CBD), cannabinoid dari tanaman ganja.

Strategi alternatif sedang dieksplorasi dan senyawa penolong menarik perhatian. Senyawa pembantu adalah senyawa non-antibiotik dengan kemampuan meningkatkan kemanjuran antibiotik.

Salah satu senyawa penolong semacam itu telah dicurigai sebagai cannabidiol (CBD), cannabinoid dari tanaman ganja dan Sekarang tim peneliti dari University of Southern Denmark, telah menerbitkan studi ilmiah yang membuktikan efek CBD.

Janne Kudsk Klitgaard adalah Kepala Investigator dan mahasiswa PhD Claes Søndergaard Wassmann telah mempublikasikan tentang hal ini dalam jurnal Scientific Reports.


Ketika kami menggabungkan CBD dan antibiotik, kami melihat efek yang lebih kuat daripada ketika mengobati dengan antibiotik saja. Jadi, untuk membunuh sejumlah bakteri termasuk virus Corona, kami membutuhkan lebih sedikit antibiotik, kata mereka.

Dalam studi tersebut, CBD digunakan untuk meningkatkan efek bacitracin antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus; patogen manusia utama yang sering menyebabkan penyakit yang didapat dari rumah sakit.

Klon multidrug-resistant dari patogen ini telah menyebar secara global. Di beberapa negara, pengobatan infeksi bakteri dengan bakteri resisten ini sulit dan masalahnya diproyeksikan menjadi masalah yang semakin besar di masa depan.

Menurut para peneliti, kombinasi CBD dan antibiotik dapat menjadi pengobatan baru infeksi dengan bakteri resisten antibiotik.

Bagaimana bakteri mati?

Tiga hal terjadi dengan bakteri Staphylococcus aureus, ketika para peneliti memperlakukan mereka dengan kombinasi dalam studi mereka:

Bakteri tidak bisa lagi membelah secara normal.

Ekspresi gen kunci tertentu atau (pembelahan sel dan gen autolisis) dalam bakteri diturunkan.

Membran bakteri menjadi tidak stabil.


Selain bisa membunuh bakteri jahat dalam tubuh, berikut adalah beberapa manfaat mengejutkan yang bisa diberikan ganja untuk kesehatan, seperti dilansir oleh Care2.

1. Alzheimer

Berdasarkan penelitian oleh Scripps Research Institute, ganja diketahui bisa memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics.

2. Kecemasan

Peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang. Tentu saja, hal ini hanya berlaku dengan penggunaan ganja dalam dosis yang tepat. Penggunaan ganja dalam dosis tinggi justru bisa memberikan efek sebaliknya yaitu meningkatkan kecemasan dan pikiran paranoid.

3. Arthritis

Ganja diketahui bisa meredakan rasa sakit dan nyeri, serta peradangan yang berkaitan dengan penyakit arthritis.

4. Kanker

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics menemukan bahwa zat cannabidiol yang terdapat dalam ganja bisa 'mematikan' gen bernama "Id-1" yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh.

5. Epilepsi

Dalam sebuah penelitian di Virginia Commonwealth University, peneliti menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk menghentikan serangan epilepsi. Meski begitu, penelitian ini baru dilakukan pada hewan dan belum diujicobakan pada manusia.

6. Glaucoma


Peneliti saat ini tengah mengembangkan obat baru dengan bahan dasar ganja untuk mengobati sakit yang disebabkan oleh glaucoma. Hal ini dilakukan peneliti setelah mengetahui bahwa ganja efektif untuk digunakan merawat kondisi glaucoma. Glaucoma merupakan kondisi yang meningkatkan tekanan pada bola mata dan bisa memicu kehilangan kemampuan penglihatan.

7. Kesehatan paru-paru


Penelitian dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa ganja bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan banyak orang bahwa ganja bisa menurunkan kapasitas dan kemampuan paru-paru.