Inilah Kisah 2 Dokter Corona di Wuhan yang Mengalami Perubahan Warna Kulit


Para ahli di China kini dipusingkan kembali oleh efek kasus Virus Corona COVID-19 pasca virus itu menyerang. Pasalnya kedua dokter yang terinfeksi COVID-19 saat merawat pasien dan warna kulitnya berubah drastis, dari putih menjadi coklat tua.

Seperti dilansir dari Dailymail, terungkap Dr. Yi Fan dan Dr. Hu Weifen,, terinfeksi pada bulan Januari, saat merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Mereka adalah rekan-rekan dari almarhum Dr. Li Wenliang, yang pertama kali membunyikan alarm tentang virus baru yang tersebut.

Kedua dokter menghabiskan lebih dari sebulan untuk mendukung kehidupan dan baru sadar kembali bulan ini, ketika mereka juga mengetahui bahwa penampilan mereka telah berubah secara drastis.


Dalam laporan video oleh TV Satelit Beijing, pemirsa terkejut melihat sebelum dan sesudah foto kedua dokter, terutama perubahan warna kulit mereka.

Kulit kedua dokter itu berubah dari warna kulit yang sangat terang menjadi cokelat yang sangat gelap, yang menurut teman-teman dokter mereka disebabkan oleh obat yang digunakan pada masa-masa awal perawatan mereka. Ternyata salah satu efek samping dari obat yang tidak disebutkan adalah perubahan warna kulit.

Dr. Yi, seorang ahli jantung Wuhan, berhasil selamat dari COVID-19 setelah dia memakai mesin pendukung kehidupan yang disebut ECMO selama 39 hari. Sistem canggih ini menggantikan fungsi jantung dan paru-paru dengan memompa oksigen ke dalam darah.

Kedua dokter yang saat ini berusia 42 tahun, terpapar virus corona baru saat merawat pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan pada bulan Januari 2020 lalu.

Perubahan warna kulit yang dialami oleh kedua dokter ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, setelah organ hati mengalami kerusakan akibat virus.

Dokter Yi Fan dan dr. Hu Weifeng adalah teman dari mendiang dr Li Wenliang, orang pertama mengeluarkan peringatan tentang wabah virus corona, yang meninggal dunia pada 7 Februari 2020.

Dokter Yi Fan dan dr. Hu Weifeng divonis terpapar virus corona pada 18 Januari 2020. Keduanya pertama kali dibawa ke Rumah Sakit Paru, Wuhan. Setelah itu, mereka dipindahkan sebanyak dua kali.

Dokter Yi Fan yang seorang ahli jantung berhasil melawan virus corona, setelah dokter membantunya dengan mesin ESMO, yaitu prosedur pendukungan kehudupan drastis untuk menggantikan fungsi jantung dan paru-paru, dengan memompa oksigen ke dalam darah di luar tubuh.

Dokter Yi Fan berbicara lewat CCTV dari tempat tidurnya di rumah sakit dan mengatakan bahwa ia telah sembuh dari virus corona. Ia menjelaskan bahwa saat ini, ia sudah bisa bergerak secara normal. Hanya saja, butuh perjuangan baginya untuk bisa berjalan sendiri.

Ia mengungkapkan, paparan virus corona yang merasuk ke dalam tubuhnya membuatnya sangat trauma. Ia harus berusaha keras untuk memerangi virus tersebut.

"Ketika saa pertama kali menjadi sadar, terutama setelah saya mengetahui tentang kondisi saya, saya merasa takut. Saya sering mengalami mimpi buruk," ujar dr. Yi Fan kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kondisinya berangsur membaik saat dokter menghibur dan mengatur jadwal konseling untuknya. Kini, dr. Yi Fan tengah menjalani perawatan di bangsal biasa di Rumah Sakit Persahabatan Tiongkok-Jepang, Wuhan.

Berbeda dengan dr. Yi Fan, kondisi dr. Hu Weifeng diketahui lebih serius. Dr. Li Shusheng, yang merawat dr. Hu Weifeng mengatakan, bahwa dirinya khawatir dengan kondisi dr. Hu Weifeng.

Dr. Li menjelaskan bahwa dr. Hu Weifeng yang merupakan ahli urologi telah diikat di tempat tidur selama 99 hari. Namun, kesehatan dr. Hu Weifeng masih lemah.

"Dia tidak bisa berhenti berbicara dengan dokter yang datang untuk memeriksanya," cerita dr. Li.