Taiwan Kirim Peringatan Bahaya Corona Desember, tapi Diremehkan WHO


Pemerintah Taiwan sudah mengirim peringatan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang bahaya virus corona baru pada Desember 2019. Namun, organisasi itu ternyata mengabaikan dan bahkan meremehkan informasi penting tersebut.

Sebagai bukti, Taipei merilis email peringatan yang dikirim kala itu. Email itulah yang membuat WHO menuai kecaman.

Dalam email itu, WHO diperingatkan bahwa virus corona baru yang kini secara resmi bernama COVID-19 berpotensi menular antar-manusia.


Taiwan—pulau yang memerintah sendiri namun ditentang dan tetap diklaim China sebagai provinsinya yang membangkang—menuduh WHO meremehkan tingkat keparahan dan penyebaran virus corona dalam upaya menjadi calo ke China bahkan setelah Taiwan membunyikan alarm tentang setidaknya tujuh kasus pneumonia atipikal yang mereka ketahui di Wuhan di mana virus itu berasal.

Ketika ditanya media tentang kasus-kasus virus corona, Taiwan menjawab; "Otoritas kesehatan China mengatakan kasus-kasus itu diyakini bukan SARS; namun sampel masih dalam pemeriksaan, dan kasus-kasus telah diisolasi untuk perawatan."

Jawaban itu juga muncul dalam email yang dikirim oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan kepada WHO tertanggal 31 Desember 2019.
"Saya akan sangat menghargainya jika Anda memiliki informasi yang relevan untuk dibagikan kepada kami," bunyi penggalam email tersebut, seperti dikutip Fox News, Selasa (14/4/2020).
Taiwan terletak sekitar 80 mil di lepas pantai China, tetapi telah mendeklarasikan dirinya sebagai negara merdeka selama lebih dari 70 tahun. China, bagaimanapun, telah menolak untuk mengakui kedaulatan Taiwan dan secara konsisten berjuang untuk membawa pulau itu kembali di bawah kendali Beijing.

Akibatnya, China telah berhasil membujuk WHO untuk mengeluarkan Taiwan dari organisasi kesehatan tersebut.





WHO membantah bahwa Taiwan pernah memberi tahu mereka tentang kemungkinan penyebaran virus dari orang ke orang. Tetapi CDC Taiwan mengatakan bahwa karena mereka secara khusus menyebutkan "pneumonia atipikal"—yang mengingatkan pada SARS, yang ditularkan antara kontak manusia—profesional kesehatan masyarakat dapat membedakan dari kata-kata ini."Bahwa ada kemungkinan nyata penularan penyakit manusia ke manusia," kata CDC Taiwan dalam siaran pers.

"Namun, karena pada saat itu belum ada kasus penyakit di Taiwan, kami tidak dapat menyatakan secara langsung dan meyakinkan bahwa telah terjadi penularan dari manusia ke manusia," lanjut CDC Taiwan.

Taiwan mengatakan bahwa WHO dan CDC China menolak untuk memberikan informasi yang memadai yang dapat berpotensi mempersiapkan pemerintah untuk menghadapi dampak virus lebih cepat.

WHO mengabaikan peringatan dari Taiwan dan terus mengulangi kembali poin pembicaraan yang terkesan menyalahkan China. Organisasi itu menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia dari patogen baru bahkan hingga 14 Januari.

Selain itu, WHO gagal mengamanatkan bahwa pejabat China berbagi jenis virus yang akan memungkinkan tes diagnostik telah diproduksi secara signifikan lebih awal di seluruh dunia.

Ketegangan antara Taiwan dan WHO telah menyebabkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan untuk menarik dana kontribusi untuk organisasi tersebut. Amerika memang tercatat sebagai donator terbesar WHO.