Horor ! Kasus Hewan Kecil Dalam Tubuh Manusia

Manusia bukanlah makhluk terbesar di dunia, namun ada begitu banyak hewan yang ukurannya lebih kecil dibandingkan manusia. Tidak jarang hewan-hewan tersebut ada yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh manusia dan kemudian menimbulkan penyakit misterius pada korbannya. Berikut ini adalah 5 contoh kasus langka di mana hewan-hewan kecil ditemukan dalam tubuh manusia.

Cacing di Otak

Cacing Di otak

Hampir semua orang pernah terkena sakit kepala. Biasanya sakit kepala bakal sembuh dengan sendirinya. Jika sakitnya tidak kunjung hilang, sakit kepala masih dapat disembuhkan dengan meminum obat penghilang sakit kepala atau berhenti melakukan aktivitas yang memicu sakit kepala tersebut (misalnya terlalu lama berada di depan monitor komputer).

Namun kasus yang berbeda menimpa seorang pria berdarah Cina yang sedang tinggal di Inggris. Pria berusia 50 tahun ini memeriksakan diri ke rumah sakit setelah ia menderita sakit kepala yang tidak kunjung sembuh.

Dokter pada awalnya tidak bisa mengetahui penyebab sakit kepala pria tersebut. Hingga beberapa tahun kemudian saat dokter melakukan pemeriksaan mendalam pada hasil tes dan pemeriksaan, dokter akhirnya tahu penyebab sakit kepala misterius yang menimpa pria tersebut.

Pria yang bersangkuran diketahui memiliki cacing parasit yang bersarang di kepalanya. Cacing tersebut teridentifikasi sebagai Spirometra erinaceieuropaei yang habitat aslinya beada di Asia dan normalnya jarang ditemukan dalam tubuh manusia.

Selain menimbulkan sakit kepala, cacing tersebut juga bisa menyebabkan munculnya bau aneh pada korbannya. setelah dokter melakukan pembedahan untuk mengeluarkan cacing tersebut, pria tersebut tidak lagi merasakan sakit pada kepalanya.

Belatung di Mata





Bintitan atau pembengkakan di bagian sekitar mata bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari alergi, infeksi, dan sebagainya. Kendati mata bengkak jarang berakibat fatal, berubahnya penampilan seseorang akibat mata bengkak tak pelak membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Terlebih lagi jika bagian yang bengkak tersebut terasa sakit.

Di Peru, ada seorang pemuda berusia 17 tahun yang mengalami bengkak di matanya. Awalnya ia mencoba bersikap cuek karena ia mengira bengkak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun setelah beberapa minggu berlalu, bengkak tersebut tidak kunjung hilang. merasa bingung dengan penyakit yang menimpa dirinya, pemuda itupun lantas memeriksakan diri ke dokter.

Belakangan diketahui kalau mata bengkak yang diderita oleh pemuda tersebut disebabkan oleh tamu tak diundang: belatung alias larva lalat, tepatnya botfly lalat parasit dari spesies Dermatobia hominis. Saat ditemukan oleh dokter, belatung tersebut diketahui memiliki panjang 3 cm.

Belatung tersebut diduga bisa masuk ke bagian mata sang pemuda melalui perantaraan nyamuk. Belatung itu sendiri pada dasarnya tidak berbahaya bagi manusia. Namun karena mereka bisa menyusup ke bagian tubuh manapun, tidak jarang kemunculan mereka bakal meresahkan manusia yang menjadi korbannya.

Belatung yang ada di mata pemuda ini baru bisa dikeluarkan setelah dokter menggunakan daun kemangi untuk memikat belatung tersebut supaya keluar dari dalam mata sang pemuda. Yang membuat takjub, operasi yang dilakukan untuk mengeluarkan belatung ini dilakukan saat pemuda tersebut masih berada dalam kondisi sepenuhnya sadar.

Kecoak di Telinga

Hendrik Helmer

Hendrik Helmer adalah seorang pria yang tinggal di Australia. Suatu hari di tahun 2014, Helmer terbangun dengan rasa nyeri di bagian rongga telinganya. Helmer mengira kalau rasa sakit tersebut disebabkan oleh laba-laba kecil yang tidak sengaja masuk ke dalam telinganya.

Helmer awalnya mencoba mengabaikan rasa sakitnya ini karena ia mengira laba-laba yang ada di dalam rongga telinganya bakal keluar dengan sendirinya. Namun setelah beberapa jam berlalu, rasa sakit yang dirasakannya malah memburuk.

Helmer kemudian mencoba mengeluarkan paksa tamu tak diundang dalam telinganya dengan memakai air. Ia juga mencoba menggunakan penghisap debu yang diarahkan ke telinganya dengan harapan makhluk dalam telinganya terhisap keluar. Saat semua upayanya berakhir sia-sia, Helmer pun kemudian pergi menemui dokter.

Dokter yang memeriksa Helmer kemudian menyiramkan minyak zaitun ke dalam rongga telinga Helmer karena normalnya minyak zaitun manjur digunakan untuk mengeluarkan hewan kecil yang masuk dalam rongga telinga. 

Saat dokter melakukan pengamatan, dokter akhirnya menemukan kalau tamu tak diundang yang ada dalam telinga Helmer aslinya adalah seekor kecoak berukuran 2 cm.  dokter pun kemudian mengeluarkan kecoak tersebut dan Helmer tidak lagi merasakan sakit pada telinganya. Setelah Helmer menceritakan hal yang ia alami, teman-teman Helmer kemudian beramai-ramai tidur dengan memakai penutup telinga.

Cacing di Ginjal

Hana Foldynova

Hana Foldynova adalah seorang wanita berusia 76 tahun yang tinggal di Republik Ceko. Suatu hari, Foldynova dilarikan ke rumah sakit setelah hasil tes urine menunjukkan kalau air kencing Foldynova mengandung darah.

Dokter yang menangani Foldynova pada awalnya mengira kalau darah tersebut berasal dari penggumpalan darah. Namun saat dokter memeriksa ginjal Foldynova, alangkah terkejutnya dokter begitu menemukan kalau darah tersebut ternyata berasal dari seekor cacing parasit yang bersarang di ginjal Foldynova.

Cacing berukuran 10 cm tersebut diduga bisa masuk ke dalam ginjal Foldynova setelah ia menyantap ikan yang terinfeksi oleh cacing ini. Melalui aliran darah, cacing tersebut kemudian sampai di ginjal Foldynova sebelum kemudian ditemukan oleh dokter.

Jika seekor cacing ginjal sudah mengendap dalam tubuh inangnya hingga bertahun-tahun lamanya, cacing tersebut bisa membawa resiko kematian bagi inangnya. Hal itulah yang sayangnya terjadi pada Foldynova. Karena Foldynova sudah berusia lanjut, Foldynova tidak bisa memulihkan diri secara optimal dan meninggal beberapa lama seusai dilakukannya operasi.

Belatung di Telinga

Belatung di Telinga

Satu lagi kasus di mana hewan kecil ditemukan di dalam rongga telinga manusia. Semuanya bermula ketika seorang pria di India memeriksakan dirinya kepada dokter Vikram Yadav. Sang pasien yang namanya dirahasiakan tersebut mengaku kalau ia kerap mendengar suara dengungan di dalam telinganya.

Saat dokter Yadav melakukan pemeriksaan pada rongga telinga sang pasien, ia melihat ada gumpalan putih di dalamnya. Gumpalan tersebut belakangan diketahui sebagai belatung alias larva lalat. Yang membuat ngeri sekaligus geli adalah belatung yang ada dalam rongga telinga sang pasien bukan hanya seekor, tetapi ada banyak!

Dokter Yadav menduga kalau belatung-belatung tersebut bisa ada di dalam telinga sang pasien ketika ada lalat yang bertelur di dalamnya saat sang pasien tengah terlelap. Untuk mengeluarkan belatung-belatung tersebut, mula-mula dokter Yadav menghalangi aliran udara ke telinga supaya belatung-belatung tersebut keluar dari tempatnya bersarang akibat kekurangan oksigen.

Saat belatung-belatung tersebut sudah berada cukup dekat dengan lubang telinga luar, dokter Yadav kemudian mengeluarkan belatung-belatung tersebut satu demi satu dengan memakai alat penjepit. Setelah semua belatung berhasil dikeluarkan, dokter kemudian memberikan obat khusus supaya telur yang masih ada di dalam rongga telinga pasiennya tidak bisa menetas.

Walaupun terkesan menakutkan dan langka, kasus di mana belatung menetas di dalam rongga telinga manusia ternyata cukup sering terjadi. Kasus ini biasanya menimpa orang-orang miskin atau berfisik lemah. Saking seringnya kasus ini terjadi, dunia medis pun memiliki istilah ilmiahnya sendiri untuk menyebut kasus ini: aural myiasis.