Korut Peringati Warganya untuk Bersiap Kelaparan

Efek 'barisan lapar' Korea Utara pada 1994-1998 (Foto: Classy.org/Future Learn)

Pyongyang - Korea Utara (Korut) telah memperingat para warga negaranya untuk mempersiapkan diri menghadapi kelaparan, dimana media Negeri Komunis tersebut menyebutnya dengan istilah ‘barisan sulit’ dua.
Dilaporkan, Korut menyampaikan hal ini melalui media cetak Rodong Sinmumn yang mendesak warga negaranya untuk bersiap menghadapi krisis ekonomi.
“Jalan menuju revolusi itu panjang dan sulit. Kita mungkin harus menghadapi ‘barisan sulit’ yang dimana kita sekali lagi harus mengunyah akar dari tanaman ,” tulis Rodong Sinmumn, sebagaimana dilansir dari Independent, Rabu (30/3/2016).
Barisan sulit atau dalam bahasa inggris arduous march adalah istilah dari bencana kelaparan yang menimpa Korut pada 1994 hingga 1998. Bencana kelaparan atau barisan sulit pertama telah menyebabkan 4 juta warga Korut kehilangan nyawanya.
Media Korea Selatan Chosun Ilbo mewartakan bahwa baru-baru ini pemerintah Korut telah memunculkan peraturan ‘pajak’ baru yang dimana para warga Pyongyang berwajib menyerahkan 1 kilogram gandum kepada militer setiap bulannya.
“Orang-orang (warga Pyongyang) mulai ketakutan karena rezim memaksa para petani untuk memberikan donasi makanan tambahan kepada pihak militer,” Tulis Chosun Ilbo.
Tampaknya efek dari sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan PBB sudah mulai terasa efeknya bagi Korut dengan indikasi munculnya peraturan ‘pajak’ baru dari pemerintah Negeri Komunis tersebut.