Miris, Nenek Miskin Harus Bayar Sewa Gubuk ke Anak Tiri

Nek Poniti di gubuknya (foto: Okezone/Zen Arivin)

Mojokerto - Melesatnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto tak dibarengi dengan kondisi sosial serta kesejahteraan warganya. Di beberapa tempat, masih terdapat warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Banyak warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah daerah. Seperti yang dialami Poniti, nenek renta yang tinggal di Dusun Pakem Kulon, Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ini.
Poniti hidup sebatangkara. Ia tak memilik satupun saudara. "Dari mana nak?," Sapa Poniti saat Okezone mendatangi rumahnya belum lama ini.
Di gubuk berukuran 4 meter persegi ini, Poniti menjalani sisa hidupnya. Lantainya beralaskan tanah. Bambu yang jadi dinding, pun mulai rapuh dimakan usia.
Kondisi di dalam rumah pun tak beda jauh. Di setiap sudut atap bangunan, lubang menganga terlihat cukup jelas. Jika hujan, Poniti harus pindah ke lantai. Ia berlindung di bawah kolong tempat tidurnya, untuk menghindari tetesan air.
"Rumahnya tidak layak. Semua sudah rusak. Kalau hujan bocor," tambahnya.