Tak Ditangani Dokter, Ibu yang Melahirkan Meninggal bersama Bayinya

Ilustrasi (Foto: Thinkstockphotos)

Banda Aceh - Suryani Abdul Wahab, warga Desa Lambatee, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, meninggal dunia bersama bayinya di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA).
Suami korban, Muslem Puteh (47), mengisahkan, istrinya, sebelum dirujuk ke RSUDZA, terlebih dahulu dirawat di RSIA, Banda Aceh, selama 8 jam lebih.
Mereka sudah tiba di RSIA, Banda Aceh, Senin (28/3/2016) pada pukul 06.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, tidak ada dokter yang menangani istrinya.
Padahal, menurut Muslem, sang istri sudah mengeluh kesakitan ingin melahirkan sejak dari rumah. Meski sudah mengerang kesakitan, sebut Muslem, Suryani tak kunjung mendapatkan penanganan dari dokter di RSIA.
"Justru yang sering menjenguk istri saya hanya perawat-perawat praktik, sedangkan petugas RS hanya melihat sesekali. Bahkan, salah seorang perawat RSIA malah berkata ini urusan dokter, bukan urusan keluarga, ketika saya bertanya di mana dokter," kata Muslem saat disambangi di kediamannya, Rabu (30/3/2016).
Kejadian ini terus berlangsung hingga malam hari. Setelah berkali-kali menanyakan keberadaan dokter, akhirnya pihak RSIA memberi surat rujukan agar Suryani ditangani di RSUDZA.
"Saya minta agar istri saya dioperasi saja untuk membantu kelahiran anak kami, tetapi perawat bilang dokter tak masuk karena sakit," ujar Muslem.
Baru kemudian, petugas piket malam mengeluarkan surat rujukan ke RSUZA Banda Aceh pada pukul 21.00 WIB. Korban pun langsung ditangani oleh pihak medis RSUZA, dan sekitar pukul 22.00 WIB, operasi dilakukan.
Namun, nyawa Suryani tak tertolong saat operasi dilakukan. Bayinya ternyata sudah meninggal, dan Suryani pun menyusul beberapa jam kemudian.
"Istri saya meninggal setelah menjalani operasi caesar. Kata dokter, penanganan terlambat sehingga kondisi rahimnya rusak," ujar Muslem.
Sementara itu, Direktur RSIA Banda Aceh, Erni Ramayani, mengakui, pada Senin pagi itu tidak ada dokter yang berjaga di rumah sakit.
"Ada 3 dokter spesialis, tetapi tidak ada di rumah sakit. Makanya kami rujuk, saat itu waktu sudah malam," jawabnya.
Menurut Erni, saat datang ke RSIA, pasien dalam kondisi normal sehingga operasi tidak perlu dilakukan.
"Baru kemudian kami rujuk setelah kami lihat harus ada tindakan medis," ujarnya.