Tamatlah Kiprah Gary Neville di Valencia

Duet kakak-beradik, Gary dan Phil Neville, di bangku cadangan Valencia.

Tamatlah kiprah Gary Neville sebagai pelatih Valencia karena mantan kapten Manchester United tersebut dipecat klub La Liga itu pada Rabu (30/3/2016). Demikian pengumuman klub berjulukan El Che tersebut, yang juga sekaligus mengatakan bahwa asisten Neville, Pako Ayestaran, sebagai suksesor.

Melalui situs klub, Valencia memberikan pengumuman. "Pada hari ini Valencia Football Club sudah berpisah dengan Gary Neville sebagai pelatih kepala," demikian pernyataan klub untuk memberikan konfirmasi.

"Setelah melakukan pertimbangan yang cermat, klub memutuskan membuat sebuah perubahan untuk kepentingan terbaik bagi Valencia agar maju pada musim ini. Kami berterima kasih kepada Gary atas kerjanya di Valencia dan berharap yang terbaik untuk masa depannya."

"Klub pada hari ini menunjuk Pako Ayestaran sebagai pelatih hingga akhir musim."

Neville secara mengejutkan digaet untuk menggantikan Nuno Santo pada Desember tahun lalu. Padahal, dalam kariernya pria asal Inggris ini belum pernah memegang kendali sebuah tim senior setelah pensiun di Manchester United.

Mantan bek internasional Inggris ini pernah menjadi asisten manajer Roy Hodgson dan menjadi pengamat untuk stasiun televisi. Dia bergabung dengan saudaranya, Phil Neville di Mestalla, yang merupakan markas Valencia. Phil Neville lebih dulu bergabung bersama Valencia sebagai staf Nuno.

Di bawah kendali Neville, performa Valencia terbilang sangat mengecewakan. Bagaimana tidak, klub yang terbilang elite di La Liga ini terdampar di posisi ke-14 dengan raihan 34 poin, hanya unggul enam angka atas Getafe yang menempati urutan teratas zona degradasi.

Lantaran La Liga musim 2015-2016 hanya menyisakan delapan pertandingan, mustahil bagi Valencia untuk menembus zona Eropa. Menjelang akhir musim ini, El Che justru harus konsentrasi agar bisa menjauh dari zona merah.

Valencia di bawah kendali Neville sempat mengalami sembilan kekalahan beruntun. Mereka juga dibantai Barcelona 1-7 pada pertandingan Copa del Rey. Ini yang membuat tuntutan agar Neville dipecat kian kencang berembus, tanpa harus menunggu kontraknya habis pada akhir musim.