Kerap Baret Mobil, 10 Jukir di Pasar Makassar Diciduk

Foto: Jukir liar di Makassar ditangkap (ibnu)
Polda Sulsel menangkap 10 orang pelaku pungutan liar parkir di wilayah Pasar Butung, Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Pelaku diamankan lantaran kerap meminta uang lebih dan mengancam pengunjung jika tak memberi uang parkir. 

"Kita amankan para parkir roda 4 liat di sekitaran Butung. Jadi masyarakat dipaksa membayar lebih. Kalau tidak dikasih mobil digores," kata Panit Timsus Polda Sulsel, Ipda Arthenius, ditemui di Pasar Butung Makassar, Rabu (30/5/2018). 

Parahnya, para tukang parkir ini kerap berperilaku kasar kepada para pengunjung pasar dan mengancam dengan melarang untuk tidak memarkirkan kendaraanya di wilayah Pasar Butung Makassar. 

"Masyarakat juga kerap mendapat ancaman, katanya kalau tidak mau bayar lebih jangan parkir di sini," jelasnya. 

Rata-rata pengunjung pasar yang memarkirkan kendaraanya diminta berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu/kendaraan roda empat. Sementara untuk kendaraan roda dua masyarakat dipatok berkisar Rp 3 ribu hingga 5 ribu/kendaraan.

"Jadi karcisnya ini parkir beda yang tertera, dia patok berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu persatu kendaraan," terangnya. 

Sementara itu, salah seorang juru parkir liar, Aslam Latif mengatakan tarif yang dipatok ini sesuai tarif PD Parkir, sesuai dengan jam kendaraan yang terparkir. 

"Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu kalau jam 9 sampai jam 3 sore. Bahkan ada yang tertutup pasar baru pulang. Iya dari PD Parkir stornya," kata Aslam.

Kini, ke 10 jukir pungli ini dibawah ke Polsek Wajo Makassar. Rencananya para pelaku jukir pungli ini akan dibawa ke Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.