China: Ancaman dan Intimidasi Donald Trump Tak Bakal Mempan

Ilustrasi (iStock)
Baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif pada seluruh barang impor senilai USD 505 miliar dari China. Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa ancaman dan intimidasi dalam urusan perdagangan tak akan pernah mempan pada China.

Melansir laman CNBC, Selasa (24/7/2018), China, melalui kementerian luar negerinya, mengaku tak perlu menggunakan devaluasi mata uang yang kompetitif untuk menyokong seluruh ekspornya. Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.

Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, AS tengah memantau pelemahan mata uang China, yuan. Dia juga akan mengkaji kembali apakah hal tersebut telah dimanipulasi atau tidak.

Beberapa waktu lalu, Trump menunjukkan adanya indikasi untuk menaikkan tarif pada setiap barang China yang diimpor ke AS. Hingga saat ini, dalam perang dagang dengan China, AS telah menerapkan bea impor sekitar USD 34 juta pada seluruh produk China.

Dengan tingginya volume dolar AS saat ini, China tak akan mampu menyentuh pertarungan dagang dengan AS. "Saya tidak melalukan ini sebagai urusan politik. Saya melakukan ini untuk menegaskkan hal yang benar untuk negara kami," ungkap Trump.

Dia mengatakan, China telah merugikan negaranya dalam waktu lama. Trump mengatakan, AS telah lama dimanfaatkan oleh negara tersebut termasuk dalam kebijakan moneter dan perdagangan. Meski begitu, Trump mengatakan, dirinya tidak akan menerapkan bea impor yang menyusahkan China.

"Saya tak ingin mereka ketakutan. Saya ingin mereka melakukan hal yang benar. Saya bahkan sangat menyukai Presiden Xi, tapi saat ini, semua itu sangat tidak adil," pungkasnya.