Filipina Mundur dari Asian Games 2018, Indonesia Merasa Tidak Diuntungkan

Timnas Filipina
Timnas Bola Basket Filipina menarik diri dari keikutsertaan di Asian Games 2018. Keributan yang terjadi pada kualifikasi Piala Dunia FIBA 2019 Zona Asia melawan Australia menjadi penyebabnya.

Mulanya, Filipina tergabung di Grup B cabang olahraga (cabor) Bola Basket Putra Asian Games 2018 bersama Iran, Suriah, dan Uni Emirat Arab (UEA). Dengan mundurnya Filipina, kini grup tersebut hanya berpenghuni tiga peserta. Jumlah negara yang akan bertanding pun saat ini berkurang menjadi 14.

Filipina merupakan rival Indonesia di kancah bola basket Asia Tenggara. Meski begitu, absennya Filipina justru tidak berpengaruh terhadap persaingan di Asian Games 2018.

"Meskipun di Asian Games, mereka (Filipina) tidak satu grup sama kami. Sehingga (keputusan mundur Filipina) itu tidak terlalu berpengaruh (bagi kami)," ujar forward Indonesia, Arki Dikania Wisnu.

"Selain itu, tidak ada alasan bagi kami untuk berpikir tentang Filipina karena itu urusan mereka. Mereka mau ikut atau tidak itu urusan mereka. Kami fokusnya cuma sama Indonesia," katanya menambahkan.

Sementara itu, Erick Thohir selaku panitia penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) berharap Filipina membatalkan keputusan untuk mundur dari Asian Games 2018.

"Kami masih ingin Filipina bermain di Asian Games 2018. Saat ini, belum ada keterangan resmi dari Filipina (terkait mundur dari Asian Games 2018)," tutur Erick.

Filipina Minta Maaf
Dalam pernyataan resminya, Federasi Bola Basket Filipina (SBP) meminta maaf kepada Inasgoc.

"SPB tetap menjaga komitmen untuk pengembangan bola basket Filipina yang berkesinambungan dan meraih hasil terbaik bagi tim kami di panggung global. Kami berterima kasih kepada Rain or Shine, khusunya pemilik mereka Terry Que dan Raymond Yo, pelatih NLEX Yeng Gulao dan pelatih Rain or Shine Caloy Garcia, atas kesediaan mereka mewakili negara kami di Asian Games mendatang," tulis SBP.

"Kendati demikian, untuk memberikan kesempatan tim nasional dan organisasi kami melakukan reorganisasi, mempersiapkan proses banding atas putusan Komisi Disiplin FIBA baru-baru ini dan membidik kesuksesan berkelanjutan di turnamen-turnamen mendatang, termasuk laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia FIBA dan Piala Dunia FIBA 2023. Kami telah mencapai keputusan, dengan berbagai pertimbangan dan konsultasi dengan komunitas bola basket, bahwa waktu dan kesempatan yang ada tidak optimal untuk berpartisipasi di Asian Games 2018."

"Kami memohon maaf kepada panitia Asian Games dan penggemar timnas Filipina serta masyarakat basket Asia atas pengunduran diri ini. SBP bertekad untuk meningkatkan sistem dan mempersiapkan berbagai program yang akan memastikan penampilan terhormat tim kami di dunia internasional, sesuatu yang akan bisa dibanggakan masyarakat negara kami."