Harga Telur Ayam di Pasar Tanah Abang Naik Jadi Rp 28 Ribu per Kg

Pekerja memilih telur ayam diagen, Jakarta, Senin (27/3). Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat menilai pemerintah lamban mengatasi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup dan telur, menyebabkan harga jatuh di tingkat peternak.

Jakarta - Harga telur ayam di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, melonjak setelah Lebaran. Pantauan Merdeka.com, kenaikan harga telur bervariasi di tiap pedagang.

Salah satu pedagang telur di Pasar Tanah Abang, Udin, mengatakan harga telur terus meroket setelah Lebaran. Per hari ini dia menjual telur dengan harga Rp 27 ribu per kilogram (kg).

"Sekarang saya jual Rp 27 ribu satu kilogram. Naik terus. Kemarin Rp 26 ribu. Sebelumnya Rp 25 ribu. Sudah naik beberapa kali. Seminggu yang lalu masih Rp 24 ribu," ungkapnya, di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Udin mengaku tidak terlalu paham penyebab kenaikan harga telur ayam. Pokoknya jika harga beli dari distributor langganan naik, maka harga jualnya pun naik. Menurut dia, harga masih akan naik hingga Rp 28 ribu per kg.

"Gak tahu juga ya. Pokoknya tiap masuk stok baru pasti naik. Ini ada yang saya jual Rp 26 ribu karena stok yang kemarin. Kalau masuk lagi yang baru, bisa Rp 28 ribu," katanya.

Pangan Lain Stabil

Hal sama juga diungkapkan oleh pedagang lain, Rumiyati. Wanita paruh baya ini mengaku, telur yang dia jual hari ini sudah menyentuh harga Rp 28 ribu per kg. "Sekarang di saya sudah Rp 28 ribu satu kilogram. Kemarin masih bisa jual Rp 27 ribu," jelasnya.

Dia mengatakan, meskipun harga telur mengalami kenaikan, harga bahan pangan lain masih stabil sejak Lebaran.

"Kalau yang lain yah tetap harganya. Sama seperti yang kemarin-kemarin. Bawang putih Rp 35 ribu satu kilogram. Bawang merah Rp 30 ribu satu kilogram. Yang lain stabil," tandasnya.