Jerami Langka dan Mahal, Ternak Sapi di Australia Diberi Makan Semangka

Sapi di Australia Diberi Makan Semangka
Kondisi kekeringan yang melanda seluruh kawasan di bagian timur Australia, telah menyebabkan biaya penyediaan jerami bagi ternak meningkat tiga kali lipat.

Salah seorang peternak beralih memberikan semangka sebagai tambahan pakan bagi ternaknya.

Simpanan jerami telah menyusut di seluruh bagian New South Wales dan Victoria seiring dengan kekeringan yang semakin parah.

Harga jerami untuk pakan ternak juga telah meningkat secara dramatis dan beberapa makanan ternak terpaksa harus dipasok dari kawasan yang jauh seperti Australia Barat.

Michael Sweeney telah kehabisan persediaan jerami di propertinya yang terdampak kekeringan di daratan tinggi Victoria dan dia terpaksa menerima tawaran melon gratis untuk dijadikan pakan bagi sekitar 100 ekor sapi potong yang tersisa di lahannya.

Masih ada beberapa padang rumput untuk hewan-hewannya dan dia juga menyediakan jerami.

Tapi dia beralih ke semangka sebagai pilihan lain untuk melengkapi diet mereka, dan mengatakan setelah sempat menolak, kini ternaknya telah mau memakan buah, kulit dan semua bagian dari buah melon itu.

"Mereka semacam melihat melon itu, dan seakan berkata mana jerami makananku'?" katanya.

Sehari kemudian dia melaporkan ternaknya senang makan melon.

"Satu kawanan cukup banyak memakan buah merah dan meninggalkan banyak kulit buah, yang kemudian gerombolan sapi lain memakan cukup banyak keseluruhan bagian dari buah semangka itu."

Michael Sweeney mengatakan ternak sapinya awalnya menolak memakan semangka yang diberikannya, tapi kemudian menyukai buah itu. (Supplied)

Dia mengatakan harga dari buah semangka, dengan mempertimbangkan biaya pengiriman, hanya seperempat dari harga opsi pakan lainnya.

"Semangka memiliki kadar gula yang tinggi dan beberapa vitamin, jadi dengan jerami kami memberi mereka makan, itu mungkin dapat sedikit membantu," katanya.

Michael Sweeney mengatakan dia lega dengan hasilnya, karena kalau tidak, dia mungkin harus menghabiskan semangka itu sendiri.

Semangka yang ditawarkan tanpa biaya oleh perusahaan transportasi Victoria yang dimiliki oleh Kat Gration.

Menurutnya bisnis transportasinya telah sangat sibuk mengantarkan jerami di seluruh wilayah yang terkena dampak kondisi kering di mana petani telah memberi makan langsung kepada ternaknya dan beberapa produsen telah kesulitan menanggung beban biaya pakan ternaknya.

"Kami kesulitan mengangkut sejumlah pakan [jerami] dan kami harus mengenakan 13 subkontraktor tambahan untuk memenuhi permintaan," katanya.

"Kami juga kesulitan mencari pakan dengan kualitas yang layak dan dengan harga yang layak.

"Banyak pedagang jerami yang memiliki banyak tumpukan jerami tapi harganya sudah naik tiga kali lipat."

Dia mengatakan dia memutuskan untuk membeli semangka secara massal dan menyumbangkannya sebagai alternatif gratis, hanya membebankan biaya pengiriman.

"Saya memiliki sedikit ketertarikan dari daerah-daerah yang terkena dampak kekeringan di New South Wales untuk memberi makan ternak mereka."

"Tetapi bahkan dengan buah semangka gratis, dan hanya dikenakan biaya untuk pengangkutan jarak jauh itu ternyata masih di luar anggaran mereka, bagi mereka yang benar-benar kesulitan. "

Dia mengatakan latar belakangnya di industri susu telah menunjukkan bahwa ternak juga senang memakan buah.

Michael Sweeney mengatakan ternak peliharaannya mulai memakan semangka, termasuk kulit dan seluruh bagian dari buah itu. (Supplied)

"Petani adalah orang yang sangat bangga tetapi ini adalah waktu yang serius pada tahun ini, orang-orang menembaki ternak mereka," katanya.

"Ini sangat menyedihkan bagi bagi saya, sebagai seorang petani."

ABC berbicara kepada sejumlah ahli gizi hewan tentang manfaat semangka.

Meskipun tidak ada kekhawatiran tentang dampaknya pada kesehatan sapi, mereka mengatakan nilai gizi buah itu rendah dibandingkan dengan jerami, yang memiliki kandungan bahan kering yang tinggi.

Para ahli juga memperingatkan untuk tidak menggunakan semangka yang bukan untuk konsumsi manusia, karena risiko mereka telah disemprot dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan masalah bagi hewan dan diteruskan jika mereka disembelih untuk diambil dagingnya.