Meluncur 17 Agustus 2018, Bocoran Motor Listrik Gesits Beredar di Dunia Maya

Bocoran motor listrik Gesits (Facebook : Donmemeto)
Prototipe produksi motor listrik karya anak bangsa, Gesits, siap meluncur saat hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 2018.

Tidak hanya diluncurkan, jadwal produksi massal dari motor listrik hasil kolaborasi PT Gesits Technologies Indo (GTI) dan Institut Sepuluh Nopember (ITS) ini juga bakal dilakukan tidak lama setelah peluncuran. Produksi massal Gesits ini bakal ditangani oleh PT Wika Industri dan Kontruksi (Wikon), dan banyak penyuplai komponen otomotif.

Sebelum resmi diluncurkan dan diproduksi massal, bocoran Gesits ternyata sudah muncul di dunia maya. Foto yang memperlihatkan bentuk depan dan lampu motor listrik karya anak bangsa ini, diunggah oleh CEO Garansindo Group, Muhammad Al Abdullah, di akun resmi Facebook-nya.

"Yang satu dan yang paling ditunggu untuk menjadi kebanggaan bangsa kita akan segera datang... sebagai keterangan unggahan foto lampu depan Gesits, Selasa (31/7/2018).

Sebelumnya, Harun Sjech, Direktur Utama PT GTI juga menyebutkan Gesits didukung penuh oleh tiga Kementerian hingga saat ini.

"Kementerian tersebut, antara lain Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Disebutkan, pabrik perakitan Gesits akan menempati lahan seluas total area 30 hektare. Namun pada tahap awal, fasilitas yang digunakan menempati gedung seluas 2.400 meter persegi. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 50 ribu unit per tahun.

Sebelum benar-benar resmi diluncurkan, beberapa waktu lalu Garansindo memberikan kesempatan kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan, untuk mencoba motor buatan anak negeri ini.

Bahkan, setelah mencobanya, pria yang sebelumnya menjabat Menteri Perhubungan ini tidak segan memberikan pujian untuk Gesits, sebagai motor yang bagus dan layak diproduksi massal.

Namun, Jonan menyarankan agar harga Gesits harus bersaing dengan motor dengan bahan bakar minyak (BBM) atau konvensional, dan harus di bawah Honda Vario. "Harga Vario (Honda) itu berapa, nah ini akan di bawah Rp 20 juta," kata Jonan di Gedung kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Menjawab hal tersebut, Direktur Utama PT Gesits Technologies Indo (GTI), Harun Sech, mengatakan lebih lanjut. "Targetnya (harga Gesits) Rp 16 juta," tegasnya.