MRT Jakarta Cari 235 Karyawan Baru, Apa Saja Kriterianya?

Pekerja melintas di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Senayan, Jakarta, Senin (11/6). Progres pembangunan MRT Jakarta Fase I yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI terus menunjukkan perkembangan. (Angga Yuniar)
PT MRT Jakarta selaku pengelola angkutan publik Mass Rapid Transit (MRT) kini tengah mencari banyak karyawan baru sebelum dapat beroperasi secara komersial pada Maret 2019.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono menyampaikan, MRT membutuhkan 235 pegawaibaru untuk bagian pengoperasian dan pemeliharaan.

"Kita butuh total 640 orang, dan saat ini kita sudah punya 405 orang. Jadi masih butuh kurang lebih 235 orang lagi," ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Ke depan, ia mengaku, membutuhkan bantuan dari karyawan-karyawan yang fleksibel serta punya kemauan kuat untuk memberikan pelayanan.

"MRT Jakarta butuh Avengers. Super power yang punya kekuatan berbeda-beda untuk melayani. Jadi butuh latar belakang untuk yang punya jiwa pelayanan," ujar dia.

"Yang datang ke kita itu biasanya berasal dari industri hotel, supermarket, retail, atau mereka yang latar belakangnya melayani. Kita butuh lebih banyak avengers-avengers ini. Tiap hari saya interview 10-11 orang," dia menambahkan.

Selain itu, Agung mengatakan, MRT Jakarta juga hendak mengkombinasikan generasi muda dan berpengalaman yang punya keinginan besar untuk terus belajar. Ia mencontohkan, perusahaan kini memiliki satu petugas Operation Control Center (OCC) yang telah menjadi masinis di KAI selama 30 tahun.

"Kalau di Jepang posisi OCC itu harus yang sudah berpengalaman. Tapi kita kombinasikan pengalaman senior dengan anak-anak muda dari STT Kereta Api tapi belum punya pengalaman. Seperti kombinasi Kungfu Panda, dari para tenaga muda dan yang pengalaman ini," tutur Agung.