Penembak Mati Warga Penjaringan Dijanjikan Upah Rp 400 Juta

Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)
Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya akhirnya menangkap AS, pria misterius yang menembak mati Herdi warga Penjaringan, Jakarta Utara pada Jumat 20 Juli lalu.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, dari pemeriksaan sementara AS mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 400 juta.

"AS dijanjikan uang sebesar 400 juta dan baru dibayar 50 juta," kata AKBP Jerry di kantornya, Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Jerry melanjutkan, penembakan Herdi telah direncanakan. Ia mengungkapkan, AS tidak bekerja sendirian. Selain AS, pihaknya juga menangkap tiga pelaku lainnya yang saling berbagi peran saat peristiwa berdarah malam itu. Ketiga pelaku lainnya yaitu JS (36), PWT (32) dan SM (41).

Jerry pun mengungkapkan, perencanaan penembakan itu terbilang cukup matang. Ada upaya menyamarkan kedatangan sang eksekutor ke lokasi. Peran itu yang dimainkan pelaku SM dengan membawa pelaku AS dengan mobil. Sebelumnya, SM juga mengawasi lingkungan sekitar rumah korban.

"JS mengawasi gerak korban dan di hari itu JS mengawasi sekitar. PWT ini yang amankan barang bukti dan membonceng eksekutor AS naik motor. Kemudian PWT membawa barbuk untuk disembunyikan dan dihilangkan. Awalnya AS diantar naik mobil lalu berganti naik motor untuk ke lokasi," ujar Jerry.

Keempat pelaku kini meringkuk di sel Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atu pidana penjara seumur hidup. Sementara otak pelaku AX masih buron.

"AX masih kita kejar ya. Sementara motif soal persaingan bisnis," dia memungkasi.