Pramono Anung: Rintangan Demokrat Gabung Jokowi Ada di SBY

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang yudhoyono (SBY) usai memukul gong pada Rapimnas Partai Demokrat di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). (Angga yuniar)
Politikus PDIP Pramono Anung menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait banyaknya rintangan bergabung dengan Jokowi di Pilpres 2019. Pramono mengatakan, apabila ada rintangan seharusnya diselesaikan bersama.

"Kalau kemudian ada rintangan, rintangan itu diselesaikan," ujar Pramono di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Pramono menuturkan, Jokowi sudah menjalin komunikasi baik dengan SBY. Jokowi juga beberapa kali pertemuan terbuka dan tertutup dengan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono.

Bahkan, sebelum mengundang enam ketua umum partai politik (parpol) makan malam bersama di Istana Bogor, Jokowi sudah menyampaikan harapan kepada SBY agar komunikasi yang sudah berjalan baik selama ini bisa direalisasikan di Pilpres tahun depan.

"Tapi sampai hari H ketika pertemuan ketua-ketua umum partai yang ada di Istana Bogor, itu belum terjadi. Artinya mungkin rintangannya ada di Pak SBY sendiri. Saya enggak tahu apa yang terjadi dengan beliau. Tapi mungkin barrier-nya ada pada beliau," kata Pramono.

Sekretaris Kabinet ini menegaskan, PDIP tidak menghalang-halangi Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi. PDIP menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk menentukan sikap hendak bergabung dengan partai apa saja di Pilpres 2019.

Saat jumpa pers di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa 24 Juli, SBY mengatakan banyak halangan untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Ini disampaikannya usai pertemuan tertutup dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya sadari banyak hambatan dan rintangan. Tidak perlu saya sampaikan secara detail. Koalisi terbangun iklimnya baik, kesediaan berkoalisi ada trust dan respect," tuturnya.

Meski begitu, SBY mengakui sudah menjalin komunikasi baik dengan Presiden Joko Widodo hampir satu tahun.

"Sebenarnya saya menjalin komunikasi dengan Pak Jokowi hampir 1 tahun, menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan. Pak Jokowi berharap Demokrat ada di pemerintahan," ucap dia.