Siapa Biang Kerok Perang Dagang? AS dan China Saling Lempar Bola

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melempar bola Piala Dunia pemberian Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Ibu Negara AS Melania Trump (AFP PHOTO)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan tarif impor tinggi kepada China sebagai pembalasan atas praktik dagang China yang ia tuding tidak adil dan merugikan hak kekayaan intelektual AS.

Walaupun Trump tidak mau memakai istilah perang dagang, tetapi kebijakan tarifnya sudah tersebar luas sebagai permulaan perang dagang. Dan baru-baru ini, Kepala Dewan Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyebut bola panas sedang ada di pihak China.

Dilansir dari CNBC, Kudlow menilai China tidak punya kemauan untuk kompromi perihal kebijakan dagang mereka. Padahal, sudah terjadi pembicaraan di antara kedua belah pihak.

"Saya pikir Presiden Xi saat ini tak punya niat untuk menindaklanjuti diskusi yang kita lakukan dan saya pikir presiden tidak puas dengan China soal omongan-omongan itu, sehingga beliau terus memberi tekanan, dan saya mendukung itu," ucap Kudlow. Ia pun berharap Presiden Xi Jinping segera melakukan sesuatu, sebab pihak AS sedang menanti langkahnya.

Mendengar pernyataan tersebut, pihak China pun langsung gerah dan segera menyediakan komentar balik melalui juru bicara Menteri Luar Negeri Hu Chunying.

"Bahwa pejabat relevan dari Amerika Serikat tanpa diperkirakan memutarbalikan fakta dan membuat pernyataan menipu adalah hal yang mengejutkan dan di luar imajinasi," ucap Hua.

Wanita itu pun menambahkan sikap AS yang bergonta-ganti dan tidak menepati janji sudah dikenal secara luas secara global. Saat ini, China sedang pun sedang melakukan manuver untuk meminimalisir efek perang dagang, di antaranya dengan memperat hubungan dengan Uni Eropa.