Bandara Soetta Bakal Punya Terminal Khusus Penerbangan Murah

Presiden Joko Widodo berincang dengan Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin meninjau proyek pembangunan landasan pacu (runway) 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/6). (Angga Yuniar)
Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang Banten, akan segera memiliki terminal khusus untuk penerbangan murah atau Low Cost Carrier Terminal (LCCT). Hal itu bertujuan untuk menggenjot industri pariwisata Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa terminal 1 dan terminal 2 akan disulap menjadi terminal LCCT domestik dan internasional.

"Saya sudah melaporkan kepada 3 menteri, Menteri Pariwisata, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan bahwa terminal 1 bandara internasional Soetta akan kita fokuskan di LCCT domestik. Kemudian yang kedua terminal 2 akan difokuskkan jadi terminal LCCT terminal domestik dan internasional," kata Awaluddin di Gedung Menara BCA, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Dia mengungkapkan, untuk pendanaan revitalisasi tersebut saat ini menggunakan keuangan internal perusahaan. Revitalasi dipredikasi akan menghabiskan dana hingga Rp 3,7 triliun.

"Kegiatannya multi years selama 3 tahun. Terminal 1 dalam 3 tahun akan menghabiskan biaya Rp 1,9 triliun. Terminal 2 menyerap dana sekitar Rp 1,8 triliun selama 3 tahun sehingga total revitalisasi kurang lebih Rp 3,7 triliun," ujarnya.

Sementara itu, untuk terminal 3 akan menjadi terminal dengan layanan Full Service Carriers (FSC). "Terminal 3 sementara akan kita fokuskan hanya untuk full service carrier terminal."

Sedangkan untuk terminal 4 yang masih belum selesai dibangun belum ditentukan fokusnya kemana.

"Bagaimana nanti dengan terminal 4 ? itu yang kemudian tadi kita sebutkan bahwa kita akan menyelesaikan 3 design konseptual, basic dan detail engineering design untuk kemudian nanti kita akan fokuskan kemana terminal 4." kata dia. 

LCCT bisa menggenjot wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

"Kenapa kita perlu terminal yang dengan kategori LCCT? karena yang memang kita akan dorong adalah pertumbuhan traffic pariwisata. Pariwisata sudah menjadi sektor dan akan menjadi core ekonomi baru." tutur dia. 

Saat ini, lanjutnya, arus kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia hampir seluruhnya melali jalur udara.

"Beda sama negara negara lain seperti daratan Eropa, Amerika, China yang memang dia sangat luas kan." tutup dia.