iPhone Baru di Tahun Depan Tak Lagi Adopsi 3D Touch?

Teknologi 3D touch di perangkat iPhone 6S dan 6S Plus (sumber : wired.com)
iPhone terbaru yang bakal meluncur pada 2019, dilaporkan tak akan lagi mengadopsi fitur 3D Touch.

Informasi tersebut berasal dari catatan investor yang terkuak dari MacRumors pada Rabu (29/8/2018). 

Sekadar informasi, fitur 3D Touch ini sebetulnya dikabarkan akan lebih dulu absen pada salah satu varian iPhone baru di 2018 (ukuran layar 6,1 inci dengan LCD).

Namun tampaknya, ketiga iPhone teranyar yang meluncur pada tahun ini tetap dilengkapi dengan 3D Touch.

Tidak dijelaskan soal alasan mengapa iPhone 2019 bakal absen dengan 3D Touch. Yang  pasti, catatan investor tersebut menegaskan kalau hal tersebut masih dalam rencana dan belum diputuskan oleh perusahaan.

Sekadar kilas balik, 3D Touch sendiri adalah teknologi yang membuat layar iPhone dapat mengenali tingkat tekanan.

Artinya, pengguna bisa melakukan berbagai hal berbeda tergantung dari seberapa keras mereka menekan layar. Semakin keras dan lama layar ditekan, akan menghasilkan efek berbeda dibandingkan tekanan layar biasa.

Beragam tekanan yang dirasakan layar bisa dikatakan seperti shortcut atau jalan pintas yang bisa digunakan oleh pengguna.

Jadi misalnya, jika pengguna ingin mendapatkan petunjuk arah ke rumah, cukup tekan selama beberapa waktu (long-pressing) aplikasi Maps di homescreen.

SVP Software Engineering di Apple, Craig Federighi, pun menggambarkan fitur 3D Touch itu seperti 'pembaca pikiran'.

"Hal ini dimulai dari ide bahwa Anda ingin bisa mendeteksi kekuatan di sebuah perangkat yang tipis. Maksudnya, Anda pikir Anda ingin mendeteksi kekuatan, tapi sesungguhnya apa yang Anda ingin lakukan adalah merasakan tujuan. Jadi Anda mencoba membaca pikiran," jelas Federighi.

Untuk bisa menghadirkan fitur 3D Touch, katanya, itu bukan perkara mudah. Ada banyak rintangan dari sisi teknis, mengingat apa yang dilihat oleh sensor di dalam ponsel dipengaruhi oleh apa yang dilakukan (tekanan) oleh jari-jari pengguna.

"Ada pengguna yang mungkin menggunakan jempolnya dan jarinya yang lain, dengan emosi berbeda. Hal-hal itu tidak mengubah tujuan, tapi apa yang mereka lakukan mempengaruhi apa yang dilihat oleh sensor yang ada di dalam ponsel. Jadi ada banyak kendala teknisnya," tutur Federighi, seperti dilansir Business Insider.